Kamis, 28 April 2016

Generator - Mengubah kode program menjadi flowchart

  7 komentar
00.29.00

Tampilan awal code2flow.com - romadhon-byar.com
Tampilan awal code2flow.com 
romadhon-byar.com - Untuk membuat flowchart, harus membutuhkan aplikasi seperti Microsoft Office Visio yang merupakan salah satu produk dari Microsoft agar flowchart berbentuk digital. Dengan aplikasi tersebut dapat membuat flowchart dengan cara drag and drop sesuai dengan alur dari program yang dibuat sebelumnya. Bagaimana jadi-nya jika kita dapat membuat flowchart dengan cepat dan efisien hanya dengan meng-copy-paste program-nya saja? tanpa perlu lagi membuat kesalahan dalam membuat flowchart program yang dibuat.

code2flow.com merupakan jawaban yang tepat untuk membuat flowchart dengan cepat dan efisien tanpa harus berfikir lagi, tinggal copy dan paste saja flowchart sudah jadi sesuai dengan alur program yang dibuat.

Bagaimana cara menggunakannya?
  1. Kunjungi website code2flow.com
  2. Masukkan code program di tab "code editor"
  3. Selesai, flowchart yang diinginkan sudah muncul di samping code program
Contoh program sederhana - romadhon-byar.com
Contoh program sederhana


Apa saja fitur-fiturnya?
Fitur - fitur code2flow - romadhon-byar.com
Fitur - fitur code2flow
Berikut ini 9 fitur pada tab Appearance:
  1. Theme, pada fitur ini terdapat 3 tema untuk mengubah style flowchart, antara lain:
    • Plain black & white, mengubah style flowchart menjadi hitam dan putih.
    • Colored with gradients, memberi warna flowchart dengan tambahan gradients.
    • Cool & fancy, memberi warna flowchart keren dan indah.
  2. Node Distance, memberikan jarak ke kanan - kiri antara simbol - simbol flowchart.
  3. Rank Distance, memberikan jarak ke atas - bawah antara simbol - simbol flowchart.
  4. Layout direction, berfungsi untuk mengatur posisi awal alur flowchart, antara lain:
    • Top to bottom, alur flowchart dari atas ke bawah.
    • Bottom to top, alur flowchart dari bawah ke atas.
    • Left to right, alur flowchart dari kiri ke kanan.
    • Right to left, alur flowchart dari kanan ke kiri.
  5. Optimize common.
  6. Decorate edge labels, memberikan hiasan berupa garis bawah untuk true label dan false label.
  7. Compact, mengubah bentuk flowchart menjadi ringkas.
  8. True Label, default dari fungsi ini yaitu "True". Pada fungsi ini dapat mengubah kata "True" menjadi kata "Ya" atau sebagai-nya sesuai keinginan mau diubah seperti apa kata tersebut. Yang pasti harus mengandung kata positif.
  9. False Label, default dari fungsi ini yaitu "False". Pada fungsi ini dapat mengubah kata "False" menjadi kata "Tidak" atau sebagai-nya sesuai keinginan mau diubah seperti apa kata tersebut. Yang pasti harus mengandung kata negatif.
Setelah selesai, flowchart dapat diunduh menjadi PDF, SVG dan PNG. Selain itu, hasilnya dapat di share dalam bentuk link, PDF, SVG dan PNG.


Read More

Sabtu, 08 Februari 2014

Sistem Informasi Software KWhotel - Part 1

  2 komentar
16.35.00

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang 
Dengan maju-nya teknologi informasi pada saat ini membuat kita dituntut untuk lebih maju dan fleksibel dalam mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Pada dasar itulah dibuatnya sistem – sistem yang berguna untuk mempermudah suatu pekerjaan, sehingga pekerjaan itu akan lebih mudah dan tertata rapi dalam memperbaiki sistem informasi pada bidang tertentu khususnya pada bidang perhotelan. 

Sebelum masuknya sistem informasi dibidang perhotelan, sistem informasi yang dipakai masih menggunakan sistem manual atau belum memakai software yang dapat mempermudah dalam pendataan pada suatu hotel. Pada saat seperti ini Teknologi Informasi sangat berperan penting dalam memperbaiki kualitas bidang perhotelan. Jika dalam suatu hotel tidak menggunakan sistem informasi, maka akan sulit untuk mengolah data – data yang berkaitan dengan bidang perhotelan. 

Dalam mengelola informasi perhotelan agar dapat berjalan dengan baik maka harus menggunakan sistem informasi perhotelan yang berguna untuk meng-input data – data tamu yang ingin reservasi dan lain sebagainya pada suatu hotel. Dengan berdasarkan masalah-masalah yang terdapat pada sistem pengelolaan atau manajemen perhotelan, kami memilih materi ini sebagai bahan kajian. 

Bagaimana perangkat lunak melakukan aktivitas manajemen, hingga output data hasil pekerjaan yang dapat di tampilkan layaknya pekerjaan professional. Oleh karena itu kami memilih judul yang bertemakan ”Sistem Informasi Software KWhotel untuk menyelesaikan tugas makalah kami.


Download Lengkap Makalah
Download Makalah Sistem Informasi Software KWhotel

Read More

Minggu, 22 Desember 2013

Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit

  40 komentar
17.19.00

romadhon-byar.com - Dari waktu ke waktu, teknologi mampu memenuhi kebutuhan manusia dalam berbagi hal yang belum tentu manusia kerjakan dengan maksimal. Dengan teknologi, manusia dapat dengan mudah mengeluarkan imajinasi yang belum tentu ada di dunia nyata. Nah, bicara tentang imajinasi, salah satu teknologi yang akan kita bahas saat ini bertumpu pada imajinasi kita masing - masing. Dengan teknologi ini kita dapat membuat sebuah bentuk 3D yang seterusnya dapat kita tampilkan pada dunia nyata alias dunia virtual ditampilkan pada dunia nyata.

Teknologi apa itu? Apa nama teknologi-nya? Apakah mudah untuk mempelajari-nya? Apakah kita harus Ngoding juga? Hmm, Teknologi ini adalah teknologi yang dimana Dunia Virtual dapat muncul di Dunia Nyata dengan bantuan kamera yang sebelumnya telah di setting dengan toolkit-nya. Nama teknologi-nya adalah Flartoolkit. Flartoolkit ini bersifat Open Scoure alias di gratiskan oleh pembuatnya. Untuk mempelajari Flartoolkit cukup mudah jika ada kemauan untuk belajar (benarkan saya?). Dalam pembuatan Augmented Reality yang ditekankan adalah pembuatan objek 3D-nya saja. Pada bagian Adobe Flash ada Ngoding-nya juga, tetapi disini kita hanya mengubah bagian - bagian yang perlu untuk diubah yang terkait dengan 3D-nya.

Sebenarnya apa itu Augmented Reality, lalu apa gunanya sih?

Sebelumnya sudah saya jelaskan secara singkat bahwa Augmented Reality adalah sebuah virtual yang dapat kita munculkan ke dalam dunia nyata dengan perantara kamera. Kegunaan dari Augmented Reality sendiri yaitu sebagai alat tambahan dalam pekerjaan manusia alias sebagai alat pendukung di kehidupan nyata. Contohnya memberikan efek 3D pada latar belakang sebuah acara televisi, memanfaatkan objek 3D sebagai contoh produk yang asli, memberi petunjuk arah dan lain sebagainya.

Apakah untuk membuat Augmented Reality hanya satu cara (Flartoolkit) saja?

Tidak, untuk membuat sebuah Augmented Reality ada beberapa metode, tidak hanya Flartoolkit saja.
  1. ARToolkit
  2. ARToolkit adalah sekumpulan library yang dikembangkan menggunakan bahasa C atau C++.
  3. Flartoolkit
  4. Flartoolkit adalah sekumpulan library yang dibuat dengan menggunakan Flash. Flartoolkit adalah lanjutan atau kembangan dari ARToolkit. Tool ini dapat dikembangkan pada website.
  5. Nyartoolkit
  6. Nyartoolkit sendiri berasal dari ARToolkit juga, tetapi jika ARToolkit memakai Bahasa C atau C++ lain halnya Nyartoolkit, tool ini memakai Bahasa Java.

Kali ini saya hanya membahas Flartoolkit saja. :) Karena saya agak menguasai ilmu ini, hehehe :)
O.k Langsung saja. 

Bahan - bahan yang diperlukan untuk membuat Augmented Reality dengan Flartoolkit antara lain:
  1. Flartoolkit 
  2. 3D Max Versi apa saja. (di sini saya memakai versi 2010)
  3. OpenCOLLADA_3ds_Max_1.3.1_x86 (untuk tambahan 3D Max)
  4. Adobe Flash (di sini saya menggunakan CS3 dan CS5)
  5. Marker AR
Jika belum ada silakan download terlebih dahulu bahan - bahannya:
  1. www.mediafire.com/download.php?uf1v14i4cl5s317 
  2.  (Isi-nya Flartoolkit, Marker Generator, Marker dan OpenCollada)
  3. Adobe Flash CS3 Portable (Sorry, belum di Upload, ada masalah)
  4. www.mediafire.com/view/?xxtc3cpycur9tm7 - Marker Buatan Admin.
  5. 3D Max 2010 (Link download O.k)

[TAHAP PERTAMA]
Oke, setelah bahan - bahannya siap kita langsung saja membuat AR nya. Pertama kali untuk membuat AR adalah membuat dahulu Objek 3D-nya dengan 3D Max. Buka aplikasi 3D Max-nya, lalu buat sebuah kotak. (lihat tools dikanan) Object Type > Box lalu buat kotaknya pada tempat yang telah disediakan.

Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Membuat Box
Membuat Box
Setelah membuat Box-nya langsung saja kita Export, klik lambang 3D Max yang ada pada pojok kiri atas > Export > Export.

Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Meng-Export
Meng-Export
Export Box tersebut ke dalam folder Flartoolkit > Model lalu pada "File Name" beri nama Box.DAE "Save as Type"  ke OpenCOLLADA(*.DAE). Lalu Klik "Save"

Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Men-Save
Men-Save
Langkah berikutnya, Centang semua cekbox pada kotak dialog "OpenCOLLADA Export" sesuai dengan gambar dibawah ini. Setelah itu Klik "Ok"


Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - OpenCOLLADA Export
OpenCOLLADA Export


[TAHAP KEDUA]
Nah, tahap pembuatan bentuk 3D pada 3D Max sudah selesai selanjutnya kita menuju ke tahap berikutnya.
Pada tahap ini kita akan meng-Copy dan paste file "Box.DAE" yang tadi kita buat ke dalam folder "Data" lalu ubah Ektensi file "Box.DAE" menjadi "Box.PAT".

Langkah - langkahnya, masuk ke folder Flartoolkit > Model (Copy file Box.DAE) setelah meng-Copy lalu masuk ke folder Flartoolkit > Data (Paste file Box.DAE) lalu ubah ekstensinya menjadi *.PAT.

Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Copy Paste File dot DAE
Folder Flartoolkit
Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Copy Paste File dot DAE
Folder Model
Folder Model adalah tempat untuk men-Save Export dari 3D Max.

Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Copy Paste File dot DAE
Meng-Copy file Box.DAE
File Box.DAE yang terdapat pada folder Model di copy.

Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Copy Paste File dot DAE
Folder Data
Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Copy Paste File dot DAE
Ganti Ekstensi
Ganti Ekstensi *.DAE menjadi *.PAT


[TAHAP KETIGA]
Setelah mengganti Ekstensi-nya, sekarang kita men-Scan Marker Augmented Reality dengan menggunakan "Marker Generator" yang ada pada folder Marker Generator. (Scan Marker Secara OFFLINE)

Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Scan Marker AR
Scan Marker Augmented Reality
Buka Marker Generator-nya > Klik Allow > Arahkan Marker ke Kamera sampai dilingkari warna merah > Klik Get Pattern.

Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Scan Marker AR
Save Marker Augmented Reality
Selanjutnya Klik Save yang ada pada Marker Generator > Simpan Marker-nya di dalam folder Data > Lalu langsung Save (Lihat gambar untuk lebih jelasnya).

Catatan: Marker Generator dalam format *.swf. Jika tidak bisa di buka instal Adobe Flash atau melakukan "Scan Marker secara ONLINE".
Link-nya: http://flash.tarotaro.org/ar/MarkerGeneratorOnline.swf
(caranya sama seperti yang OFFLINE).


[TAHAP KEEMPAT]
Setelah Scan marker selesai, selanjutnya buka Adobe Flash CS3-nya.

Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Ngoding
Pilih Flash File (ActionScript 3.0)
Pada bagian ini pilihlah "Flash File (ActionScript 3.0)".  

Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Ngoding
Tampilan Tab Flash File (ActionScript 3.0)
Pada bagian ini berikan nama pada "Document Class". Contohnya: belajar.
Pada bagian ini Save dengan Ekstensi *.Fla

Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Ngoding
Buat File ActionScript File
Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Ngoding
Pilih ActionScript File
Pada bagian ini Klik File > New > ActionScript File


Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Ngoding
Tulis Kodenya

package{
  import flash.events.Event;
  import org.papervision3d.objects.parsers.DAE;
  [SWF(width=640, height=480, backgroundColor=0x808080, frameRate=30)]
 
    //Kata "Belajar" harus sesuai dengan nama file-nya Mau itu .fla atau .As (Sesuaikan!)
    public class belajar extends PV3DARApp 
    {
 //Kata "_Box" harus sama dengan nama file *.DAE dan *.PAT (Sesuaikan!)
 private var _Box;DAE;
 public function belajar() {
    addEventListener (Event.INIT, _onInit);
    init('Data/camera_para.dat','Data/Box.pat');
    }
  
           private function _onInit(e:Event):void 
           {
  _Box = new DAE();
  _Box.load('model/Box.dae'); //untuk membca file pd folder model
  _Box.scale = 2; //Skala 3D-nya
  _Box.rotationX = 90; //Rotasinya
  _markerNode.addChild(_Box);
    }
     }
}


Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Ngoding
Save File kodingan-nya
Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Ngoding
Save File kodingan-nya
Save filenya didalam folder Flartoolkit lalu beri nama dan dengan ekstensi *.As
Setelah kita save semua filenya, selanjutnya tinggal eksekusi saja file tersebut dengan cara CTRL+Enter.

Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Eksekusi
Eksekusi 
Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Eksekusi
Tampilan Box Kamera
Jika Kodingan benar dan tidak ada yang salah maka akan tampil seperti ini.
Selanjutnya klik tombol "Allow"

Belajar Augmented Reality dengan Flartoolkit - Augmented Reality - Hasil
Hasil Output Augmented Reality

Nah, ini tutorial yang pakai Adobe Flash CS5 



Kalau yang ini tutorial yang pakai Adobe Flash CS3 Portable 


Jika ada kritik dan saran dari Anda, silakan contact saya disini => romadhon-byar 
Terima Kasih ...
Mohon Maaf, jika saya lama merespon pertanyaan dari Agan sekalian.



Read More

Senin, 28 Oktober 2013

Kekurangan Akad Murabahah

  Tidak ada komentar
20.01.00

Kita tahu bahwa Akad Murabahah adalah akad jual beli yang mempunyai aturan atau sudah sesuai dengan prinsip syariah, yang sudah jelas bahwa Akad ini tidak akan mempunyai sifat – sifat riba dan lain sebagainya di dalamnya. Tetapi apakah Akad Murabahah yang ada di teori (di buku) sudah dipergunakan sesuai syariah di kehidupan nyata pada bank – bank syariah?. Di dalam implementasi Akad ini di bank – bank syariah masih banyak terdapat kekeliruan serta kesalahan dalam menerapkan akad jual beli yang sesuai dengan syariah Islam, hal ini dapat membuat ketidakpastian terhadap Akad tersebut atau Gharar.

Karena status transaksi yang dilakukan termasuk dalam transaksi yang haram atau terlarang dalam agama (islam). Tetapi dalam segi hukum di anggap legal. Dalam praktik nya pembeli seharusnya mengajukan pembiayaan untuk melakukan pembelian terhadap barang dan jika pengajuan-nya di terima maka dari pihak bank akan membeli barang yang diinginkan oleh pembeli (nasabah) tersebut dan jika barang sudah tersedia, pembeli (nasabah) memberikan DP kepada bank sebagai tanda bahwa barang sudah menjadi milik pembeli (nasabah). Ke depannya pembeli (nasabah) membayar cicilan kepada bank dengan pembayaran yang telah disepakati bersama (antara pembeli dengan bank). www.romadhon-byar.com

Tetapi semua yang di jelaskan sebelumnya (teorinya) jauh dari kenyataan di lapangan yang di mana pembeli atau nasabah melakukan pembayaran DP langsung kepada penjual (showroom), yang selanjutnya pembayaran dilakukan melalui pihak bank dengan menggunakan Akad Jual Beli (Akad Murabahah) dengan barang yang ingin dibeli oleh pembeli. Dalam hal ini dapat menimbulkan spekulasi terhadap akad yang digunakan (Akad Murabahah) yang di mana akad tidak sesuai atau tidak memenuhi rukun dan syarat Akad Murabahah tersebut yang membuat barang yang dibeli harus sudah ada dan jelas. 

Pada praktiknya di bank syariah barang sudah dinyatakan sebagai milik pembeli (nasabah), sedangkan Akad Murabahah sedang berlangsung tersebut tidak dikenakan pada barang. Pada titik ini lah yang menjadikan ketidakjelasan pada Akad Murabahah yang terjadi pada bank syariah di Indonesia. Maka dari itu bank syariah tidak ada bedanya dengan bank – bank konvensional. www.ar-roid.web.id

Read More