Home » , , , , » Makalah Percobaan IPA Biologi

Makalah Percobaan IPA Biologi

Written By Ahmad Romadhon on Senin, 01 November 2010 | 20.41.00

Biologi
Biologi
Kita sering memperhatikan konfirmasi nilai gizi di dalam suatu minuman kemasan . Tetapi belum tentu , nilai gizi yang terkandung sama persis dengan rasa yang ada di dalam minuman tersebut .

Untuk mengetahui apakah benar nilai gizi / vitamin di dalam minuman kemasan mengandung , vitamin / gizi yang sama persis dengan rasa buah yang terdapat di kemasan minuman itu . Maka lakukannlah percobaan uji vitamin dengan melakukan percobaan itu , kita dapat mengetahui vitamin yang terkandung di dalam minuman kemasan .



Rumus masalah : Apakah benar minuman berkemasan ( marimas ) mengandung vitamin C ?
Hipotesis : Mengandung 0,1 % vitamin C
Tujuan : Untuk mengetahui seberapa besar kandungan vitamin C di dalam minuman kemasan (marimas)


Metode
Alat & bahan :

  1. Buah jeruk 
  2. Minuman kemasan rasa jeruk ( marimas )
  3. Gelas ukur
  4. Pipet
  5. Aquadest
  6. Tabung reaksi
  7. Pembakaran spirtus
  8. Amilum iodida
1.Cara kerja :

Pertama membuat dahulu larutan vitamin C 0,1 %
Larutkan minuman kemasan vitamin C ke dalam aquadest
Aduk sampai rata , siapkan pipet tetes yang khusus untuk mengambil larutan ini

2. Menentukan volume tetes pipet

Mengambil gelas ukur
Meneteskan larutan vitamin C ke dalam gelas ukur sampai mencapai garis 1 ml & menghitung banyak tetesnya
Jadi 1 tetes volumenya : 1,3 ml

3. Uji vitamin C

Mengisi 2 buah tabung reaksi dengan 1 ml sari buah jeruk & larutan minuman kemasan dan memberi lebel pada tabung sari buah jeruk ( A ) , minuman kemasan ( B ).
Meneteskan larutan amilum iodida sebannyak 3 tetes pada tiap – tiap tabung reaksi yang sudah di isi sari jeruk ( A ) dan menuman kemasan ( B ).
Didihkan larutan sari buah dan minuman kemasan dengan cara pembakaran spirtus . Tunggu sampai berubah warna .


Hasil

Hasil uji minuman kemasan ( marimas ) dengan buah jeruk :

Dari percobaan larutan marimas dengan buah jeruk dapat di ketahui perbedaannya :

Larutan minuman marimas di dalam tabung reaksi di campur amilum iodida sebanyak 3 tetes , berubah warna menjadi coklat yang semula berwarna orange pekat setelah di panaskan dengan menggunakan pembakaran spirtus .


Sari buah jeruk didalam tabung reaksi di campur amilum iodida sebanyak 3 tetes , berubah warna menjadi orange kehijau – hijauan yang semula berwarna orange kekuning – kuningan setelah di panaskan dengan menggunakan pembakaran spirtus .

Pada saat larutan minuman marimas & sari buah jeruk didihkan bersama dengan menggunakan pembakaran spirtus , dapat terlihat jelas bahwa larutan minuman marimas tetap berwarna coklat , sedangkan sari buah jeruk berubah menjadi warna kuning pucat .


Pembahasan

Terkait dengan pembelajaran kerja ilmiah ini kami dapat belajar & melakukan percobaan sendiri sehingga kami dapat mengetahui hasil percobaan yang kami lakukan . Permasalahan yang kami ajukan dalam percobaan ini adalah “Apakah benar minuman kemasan ( marimas ) rasa jeruk mengandung vitamin C ?” .

Dan kami mengajukan hipotesisnya yaitu “Minuman kemasan ( marimas ) rasa jeruk mengandung 0.1% vitamin C “.

Mengapa kami melakukan percobaan pada minuman kemasan ( marimas ) ? jawabannya , karena kami ingin tahu benar tentang minuman kemasan ( marimas ) itu banyak mengandung vitamin atau tidak .

Dan juga kami dapat menyimpulkan bahwa , apabila ada seseorang yang ingin tahu benar atau tidak minuman – minuman kemasan itu mengandung vitamin sesuai dengan rasa yang tercantum pada lebel , maka lakukanlah percobaan uji vitamin .


Penutup
Kesimpulan
Di dalam percobaan yang kami lakukan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa :

Minuman kemasan ( marimas ) ternyata hanya mengandung vitamin C 0.1%
Dengan melakukan suatu percobaan uji vitamin dapat di ketahui minuman berkemasan ada yang mengandung vitamin dan ada juga yang tidak mengandung vitamin .

Saran
Kami menyarankan kepada para pembaca untuk tidak meminum – minuman kemasan karena hanya 0.1% vitamin yang ditawarkan pada labelnya . Dan kemungkinan juga banyak mengandung bahan pengawet , pemanis , dan pewarna buatan . Karena tidak baik dan tidak sehat untuk tubuh .


DAFTAR PUSTAKA
Aryulina , Diah . dkk . 2007 . Biologi 1 . erlangga . Jakarta
Sabariah , ike . 2000 . Biologi 2 . Jakarta 0
Share this article :

2 comments:

Berikan Komentar Anda sesuai etika. No SPAM, No SARA. U comment I Follow



Send articles as PDF to
 
Support : Android-Byar | Science-Byar | Your Link
Copyright © 2013. romadhon-byar - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
:)