romadhon-byar

Hal kecil pun bisa menjadi Ilmu.

Makalah tentang Taubat

Tidak ada komentar

PENDAHULUAN

Taubat
Ilustrasi Taubat
LatarBelakang
Taubat adalah akhlak terpuji yang harus menghiasi setiap pribadi muslim. Orang yang taubat karena takut azab Allah disebut isim fa’il dari taba .
Orang bertaubat kepada Allah adalah orang yang kembali dari sesuatu menuju sesuatu ; kembli sifat – sifat tercela menuju sifat terpuji , kembali dari larangan Allah menuju perintahnya , kembali dari maksiat menuju tat , kembali dari segala yang dibenci Allah menuju yang diridhainya , kembali dari saling bertentangan menuju saling menjaga persatuan , kembali kepada Allah setelah meninggalkannya dan kembali taat setelah melanggar larangannya .

Tidak sedikit orang-orang saleh awalnya adalah orang-orang yang sangat jahat saat mudanya. Setelah bertaubat, ia beristiqomah dalam berbuat baik dan pengabdian kepada Allah. Beberapa di antara mereka, pada akhirnya, menjadi tokoh panutan karena kesucian dan perilaku-perilaku yang membebaskan. Konon, Sunan Kalijaga adalah salah satu contoh beberapa orang-orang saleh yang berhasil tercerahkan, dan selanjutnya menjadi tokoh pemberi pencerahan pada masyarakat pada zamannya.Hidup suci dalam Islam bisa diraih oleh siapa saja. Kesucian hidup, bukanlah hak istimewa seseorang.

Jalan tersebut terbuka bagi siapa saja, tidak hanya milik para ulama. Bahkan orang jahat sekalipun, ia bisa menapak cara hidup suci, asal dia bersedia untuk bertaubat dan bersungguh-sungguh. Bagi Allah, kesalehan bukan karena sama sekali tidak berbuat dosa, akan tetapi orang yang saleh adalah orang yang setiap kali berbuat dosa dia menyesali dan selanjutnya tak mengulangi perbuatan tadi.Pepatah Arab menegaskan : "Manusia adalah tempat salah dan lupa". Pepatah di atas bukan berarti manusia dibiarkan untuk selalu berbuat salah dan dosa, akan tetapi kesalahan pada diri manusia harus ditebus dengan tobat, penyesalan dan penghentian. Rasulullah bersabda : Setiap anak Adam adalah sering berbuat salah. Dan, sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang-orang yang bertaubat.? (H.R. Tirmidzi)

Taubat yang sungguh-sungguh di mata Allah adalah pembersihan diri yang sangat dicintai. Dalam Islam, pertaubatan bukan melalui orang lain, sebut saja orang saleh, tetapi dari diri sendiri secara langsung kepada Allah. Apalagi, Islam tidak mengenal penebusan dosa dengan sejumlah uang. Islam sungguh sangat berbeda dengan cara-cara pertaubatan dibanding agama-agama lain. Islam memandang, pertaubatan adalah persoalan yang sangat personal antara seorang hamba dengan Tuhannya. Dan, Tuhan dalam Islam adalah Tuhan yang bisa didekati sedekat mungkin, bukan tuhan yang berada di atas langit, tak terjangkau. Sabda Rasulullah (saw) : "Sesungguhnya Allah lebih suka menerima tobat hamba-Nya melebihi dari kesenangan seseorang yang menemukan kembali ontanya yang hilang di tengah hutan." (H.R. Bukhori dan Muslim) Islam tidak menganggap taubat sebagai langkah terlambat kapanpun kesadaran itu muncul. Hisab (perhitungan) akan amal-amal jelek kita di mata Allah akan terhapus dengan taubat kita.

Lembaran baru hidup terbuka lebar. Langkah anyar terbentang. Sabda Nabi (saw) : Siapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubat dan memaafkannya.? (H.R. Muslim).
Bertaubat, demikian halnya, dijadikan amalan dzikir oleh Rasulullah (saw) setiap hari. Beliau beristighfar kendati sedikitpun beliau tidak melakukan dosa. Karena lewat istighfar, Nabi memohon ampun dan mengungkapkan kerendahan hati yang sangat dalam di hadapan yang Maha Agung. Sabda Nabi (saw) : Hai sekalian manusia, bertaubatlah kamu kepada Allah dan mintalah ampun kepada-Nya, maka sesungguhnya saya bertaubat dan beristighfar tiap hari 100 kali.? (H.R. Muslim)
Firman Allah : Katakanlah ! Hai hamba-hamba-Ku yang berdosa terhadap jiwanya sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.?  . Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan seikhlas-ikhlas taubat, semoga Tuhan mu akan menghapuskan dari kamu akibat kejahatan perbuatan-perbuatanmu, dan akan memasukkan kamu ke dalam surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai.? (Q.S. al Thalaq : 8) .

Dalam memperbaiki kesalahan dan membersihkan diri dari dosa, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu hak Allah dan hak bani Adam. Apabila kesalahan atau dosa berhubungan dengan hak Allah, maka ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yaitu :
  1. Harus menghentikan tindakan maksiat.
  2. Harus dengan sungguh-sungguh menyesali perilaku dosa yang telah dikerjakan.
  3. Berniat dengan tulus untuk tidak mengulangi kembali perbuatan tersebut.
Dan, apabila kesalahan itu berhubungan dengan bani Adam, maka syarat bertambah satu, yaitu harus menyelesaikan urusannya dengan orang yang berhak dengan meminta maaf atau halalnya, atau mengembalikan apa yang harus dikembalikan.Sabda Nabi (saw) : Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak berdosa. Dan orang yang minta ampunan dari dosanya, sedangkan dirinya tetap mengerjakan dosa, seperti orang yang mempermainkan Tuhannya.? (H.R. Baihaqi)
Tidak sedikit orang-orang saleh awalnya adalah orang-orang yang sangat jahat saat mudanya. Setelah bertaubat, ia beristiqomah dalam berbuat baik dan pengabdian kepada Allah. Beberapa di antara mereka, pada akhirnya, menjadi tokoh panutan karena kesucian dan perilaku-perilaku yang membebaskan. Konon, Sunan Kalijaga adalah salah satu contoh beberapa orang-orang saleh yang berhasil tercerahkan, dan selanjutnya menjadi tokoh pemberi pencerahan pada masyarakat pada zamannya.

Keutamaan Taubat
Hakikat taubat adalah kembali tunduk kepada Allah dari bermaksiat kepada-Nya kepada ketaatan kepada-Nya. Taubat ada dua macam: taubat mutlak dan taubat muqayyad (terikat). Taubat mutlak ialah bertaubat dari segala perbuatan dosa. Sedangkan taubat muqayyad ialah bertaubat dari salah satu dosa tertentu yang pernah dilakukan. Taubat adalah kewajiban seluruh kaum beriman, bukan kewajiban orang yang baru saja berbuat dosa.

Karena Allah berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kalian semua wahai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.”
(QS. An Nuur: 31)
Allah Maha Pengampun, Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang
Allah menyifati diri-Nya di dalam Al Quran bahwa Dia Maha pengampun lagi Maha Penyayang hampir mendekati 100 kali. Allah berjanji mengaruniakan nikmat taubat kepada hamba-hambaNya di dalam sekian banyak ayat yang mulia.

Allah ta’ala berfirman,

وَاللّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَن تَمِيلُواْ مَيْلاً عَظِيماً
“Allah menginginkan untuk menerima taubat kalian, sedangkan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya ingin agar kalian menyimpang dengan sejauh-jauhnya.” 
(QS. An Nisaa’: 27)

Allah ta’ala juga berfirman,

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ حَكِيمٌ
“Dan seandainya bukan karena keutamaan dari Allah kepada kalian dan kasih sayang-Nya (niscaya kalian akan binasa). Dan sesungguhnya Allah Maha penerima taubat lagi Maha bijaksana.”
(QS. An Nuur: 10)

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ
“Sesungguhnya Tuhanmu sangat luas ampunannya.”
(QS. An Najm: 32)

Allah ta’ala berfirman,

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
“Rahmat-Ku amat luas meliputi segala sesuatu.”
(QS. Al A’raaf: 156)

Allah ta’ala berfirman,

فَإِنَّهُ كَانَ لِلأَوَّابِينَ غَفُوراً
“Karena sesungguhnya Dia Maha mengampuni kesalahan hamba-hamba yang benar-benar bertaubat kepada-Nya.”
(QS. Al Israa’: 25)

Allah ta’ala juga berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ
“Katakanlah kepada hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa, sesungguhnya Dialah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datangnya azab kemudian kalian tidak dapat lagi mendapatkan pertolongan.”
(QS. Az Zumar: 53-54)

Berbagai Keutamaan Taubat
Pada hakikatnya taubat itulah isi ajaran Islam dan fase-fase persinggahan iman. Setiap insan selalu membutuhkannya dalam menjalani setiap tahapan kehidupan. Maka orang yang benar-benar berbahagia ialah yang menjadikan taubat sebagai sahabat dekat dalam perjalanannya menuju Allah dan negeri akhirat. Sedangkan orang yang binasa adalah yang menelantarkan dan mencampakkan taubat di belakang punggungnya. Beberapa di antara keutamaan taubat ialah:

1. Taubat adalah sebab untuk meraih kecintaan Allah ‘azza wa jalla . 
Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang suka membersihkan diri.”
(QS. Al Baqarah: 222)

2. Taubat merupakan sebab keberuntungan.
Allah ta’ala berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kepada Allah wahai semua orang yang beriman, supaya kalian beruntung.”
(QS. An Nuur: 31)

3. Taubat menjadi sebab diterimanya amal-amal hamba dan turunnya ampunan atas kesalahan-kesalahannya
.Allah ta’ala berfirman,

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ
“Dialah Allah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan Maha mengampuni berbagai kesalahan.”
(QS. Asy Syuura: 25)

Allah ta’ala juga berfirman,

وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَاباً
“Dan barang siapa yang bertaubat dan beramal saleh maka sesungguhnya Allah akan menerima taubatnya.”
(QS. Al Furqaan: 71)

4. Taubat merupakan sebab masuk surga dan keselamatan dari siksa neraka.
Allah ta’ala berfirman,

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيّاً إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئاً
“Maka sesudah mereka (nabi-nabi) datanglah suatu generasi yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, niscaya mereka itu akan dilemparkan ke dalam kebinasaan. Kecuali orang-orang yang bertaubat di antara mereka, dan beriman serta beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang akan masuk ke dalam surga dan mereka tidaklah dianiaya barang sedikit pun.”
(QS. Maryam: 59, 60)

5. Taubat adalah sebab mendapatkan ampunan dan rahmat.
Allah ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ عَمِلُواْ السَّيِّئَاتِ ثُمَّ تَابُواْ مِن بَعْدِهَا وَآمَنُواْ إِنَّ رَبَّكَ مِن بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Dan orang-orang yang mengerjakan dosa-dosa kemudian bertaubat sesudahnya dan beriman maka sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengampun dan Penyayang.”
(QS. Al A’raaf: 153)

6. Taubat merupakan sebab berbagai kejelekan diganti dengan berbagai kebaikan.
Allah ta’ala berfirman,

وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً
“Dan barang siapa yang melakukan dosa-dosa itu niscaya dia akan menemui pembalasannya. Akan dilipatgandakan siksa mereka pada hari kiamat dan mereka akan kekal di dalamnya dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman serta beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang digantikan oleh Allah keburukan-keburukan mereka menjadi berbagai kebaikan. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.”
(QS. Al Furqaan: 68-70)

7. Taubat menjadi sebab untuk meraih segala macam kebaikan.
Allah ta’ala berfirman,

فَإِن تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ
“Apabila kalian bertaubat maka sesungguhnya hal itu baik bagi kalian.”
(QS. At Taubah: 3)
Allah ta’ala juga berfirman,

فَإِن يَتُوبُواْ يَكُ خَيْراً لَّهُمْ
“Maka apabila mereka bertaubat niscaya itu menjadi kebaikan bagi mereka.”
(QS. At Taubah: 74)

8. Taubat adalah sebab untuk menggapai keimanan dan pahala yang besar.
Allah ta’ala berfirman,

إِلاَّ الَّذِينَ تَابُواْ وَأَصْلَحُواْ وَاعْتَصَمُواْ بِاللّهِ وَأَخْلَصُواْ دِينَهُمْ لِلّهِ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْراً عَظِيماً
“Kecuali orang-orang yang bertaubat, memperbaiki diri dan berpegang teguh dengan agama Allah serta mengikhlaskan agama mereka untuk Allah mereka itulah yang akan bersama dengan kaum beriman dan Allah akan memberikan kepada kaum yang beriman pahala yang amat besar.”
(QS. An Nisaa’: 146)

9. Taubat merupakan sebab turunnya barakah dari atas langit serta bertambahnya kekuatan.
Allah ta’ala berfirman,

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلاَ تَتَوَلَّوْاْ مُجْرِمِينَ
“Wahai kaumku, minta ampunlah kepada Tuhan kalian kemudian bertaubatlah kepada-Nya niscaya akan dikirimkan kepada kalian awan dengan membawa air hujan yang lebat dan akan diberikan kekuatan tambahan kepada kalian, dan janganlah kalian berpaling menjadi orang yang berbuat dosa.”
(QS. Huud: 52)

10. Keutamaan taubat yang lain adalah menjadi sebab malaikat mendoakan orang-orang yang bertaubat.
Hal ini sebagaimana difirmankan Allah ta’ala,

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْماً فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
“Para malaikat yang membawa ‘Arsy dan malaikat lain di sekelilingnya senantiasa bertasbih dengan memuji Tuhan mereka, mereka beriman kepada-Nya dan memintakan ampunan bagi orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu-Mu maha luas meliputi segala sesuatu, ampunilah orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksa neraka.”
(QS. Ghafir: 7)

11. Keutamaan taubat yang lain adalah ia termasuk ketaatan kepada kehendak Allah ‘azza wa jalla.
Hal ini sebagaimana difirmankan Allah ta’ala,

وَاللّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَن تَمِيلُواْ مَيْلاً عَظِيماً
“Dan Allah menghendaki untuk menerima taubat kalian.”
(QS. An Nisaa’: 27)

12. Keutamaan taubat yang lain adalah Allah bergembira dengan sebab hal itu.
Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Sungguh Allah lebih bergembira dengan sebab taubat seorang hamba-Nya ketika ia mau bertaubat kepada-Nya daripada kegembiraan seseorang dari kalian yang menaiki hewan tunggangannya di padang luas lalu hewan itu terlepas dan membawa pergi bekal makanan dan minumannya sehingga ia pun berputus asa lalu mendatangi sebatang pohon dan bersandar di bawah naungannya dalam keadaan berputus asa akibat kehilangan hewan tersebut, dalam keadaan seperti itu tiba-tiba hewan itu sudah kembali berada di sisinya maka diambilnya tali kekangnya kemudian mengucapkan karena saking gembiranya, ‘Ya Allah, Engkaulah hambaku dan akulah tuhanmu’, dia salah berucap karena terlalu gembira.”
(HR. Muslim)

13. Taubat juga menjadi sebab hati menjadi bersinar dan bercahaya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: Sesungguhnya seorang hamba apabila berbuat dosa maka di dalam hatinya ditorehkan sebuah titik hitam. Apabila dia meninggalkannya dan beristighfar serta bertaubat maka kembali bersih hatinya. Dan jika dia mengulanginya maka titik hitam itu akan ditambahkan padanya sampai menjadi pekat, itulah raan yang disebutkan Allah ta’ala,

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Sekali-kali tidak akan tetapi itulah raan yang menyelimuti hati mereka akibat apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al Muthaffifin: 14)
(HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan dihasankan Al Albani)


Syarat – syarat Taubat
  1. Meninggalkan dosa tersebut. Ibnul-Qoyyim berkata: ”Taubat mustahil terjadi, sementara dosa tetap dilakukan”.
  2. Menyesal atas perbuatannya. Rasulullah bersabda: ”Menyesal adalah taubat”.
  3. Berazzam untuk tidak mengulangi lagi. Ibnu Mas’ud berkata: ”Taubat yang benar adalah: Taubat dari kesalahan yang tidak akan diulangi kembali, bagaikan mustahilnya air susu kembali pada kantong susunya lagi.”
  4. Mengembalikan kedzaliman kepada pemiliknya, atau meminta untuk diha-lalkan. Imam Nawawi berkata: ”Diantara syarat taubat adalah mengembalikan kedzoliman kepada pemiliknya, atau meminta untuk dihalakan”.
  5. Ikhlas. Ibnu hajar berkata: “Taubat tidak sah kecuali dengan ikhlas”. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya” (QS. At Tahrim [66]: 8 ). Yang dimaksud taubat yang murni adalah taubat yang ikhlash.
  6. Taubat dilakukan pada masa diterima-nya taubat. Masa diterimanya taubat adalah:
  • Sebelum saat sakarotul maut.
  • Sebelum Matahari terbit dari barat.

Penggolongan Taubat
Secara umum para ulama’ membagi taubat menjadi tiga bagian yaitu : taubat Awam , Taubat khawash , taubat akhash al – khawash .
  1. Taubat Awam (taubat manusia umum): yaitu taubat manusi secara umum. Yang dimaksud ialah bahwa hati seseorang tunduk dikarenakan dirinya telah melakukan perbuatan salah dan dosa.
  2. Taubat Khawash (taubat orang – orang khusus): taubat tingkat ini sebagai pertanda meningkatnya makrifah manusia kepada Allah . Merek merasa mlu dikarenakan telah melakukan perbuatan – perbuatan yang makruh .
  3. Taubat Akhash al – khawash ; tingkatan tobat yang paling tinggi ialah taubat akhash al – khawash . taubat Rosulullah manakala dia berkata , “sesungguhnya ini adalah kebodohn pada hatiku , dan sesungguhnya aku akan memohon ampun kepada Allah sebanyak tujuh puluh kali dalam sehari . Dengan kata lin , untuk membersihkan hatiny dari menaruh perhtian kepada selain Allah , Rosulullah beristighfar kepada Allah .
 
Istigfar dan Taubat adalah kunci rizki barokah
Di antara hal yang menyibukkan hati kaum muslimin adalah mencari rizki. Dan menurut pengamatan, sebagian besar kaum muslimin memandang bahwa berpegang dengan Islam akan mengurangi rizki mereka. Kemudian tidak hanya sebatas itu, bahkan lebih parah dan menyedihkan bahwa ada sejumlah orang yang masih mau menjaga sebagian kewajiban syari’at Islam tetapi mengira bahwa jika ingin mendapatkan kemudahan di bidang materi dan kemapanan ekonomi hendaknya menutup mata dari hukum-hukum Islam, terutama yang berkenaan dengan hukum halal dan haram.Mereka itu lupa atau berpura-pura lupa bahwa Allah men-syari’atkan agamaNya hanya sebagai petunjuk bagi ummat manusia dalam perkara-perkara kebahagiaan di akhirat saja. Padahal Allah mensyari’atkan agama ini juga untuk menunjuki manusia dalam urusan kehidupan dan kebahagiaan mereka di dunia.

Sebagaimana Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas Radhiallaahu anhu , ia berkata:
“Sesungguhnya do’a yang sering diucapkan Nabi adalah, “Wahai Tuhan Kami’ karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api Neraka”. (Shahihul Al-Bukhari, Kitabud Da’awat, Bab Qaulun Nabi Rabbana Aatina fid Dunya Hasanah).Di antara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah istighfar (memohon ampun) dan taubat kepada Allah. Sebagaimana firman Allah tentang Nuh yang berkata kepada kaumnya:

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohon ampunlah kepada Tuhanmu’, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh: 10-12)Yang dimaksud istighfar dan taubat di sini bukan hanya sekedar diucap di lisan saja, tidak membekas di dalam hati sama sekali, bahkan tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Tetapi yang dimaksud dengan istighfar di sini adalah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah “Meminta (ampun) dengan disertai ucapan dan perbuatan dan bukan sekedar lisan semata.”Sedangkan makna taubat sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah meninggalkan dosa karena keburukannya, menyesali dosa yang telah dilakukan, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang lebih baik (sebagai ganti).

Jika keempat hal itu telah dipenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna.“Maknanya, jika kalian bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepadaNya, niscaya Ia akan memperbanyak rizki kalian, Ia akan menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, melimpahkan air susu, memperbanyak harta dan anak-anak untuk kalian, menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya terdapat macam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai di antara kebun-kebun untuk kalian”.Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas ia berkata, Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka.”Dalam hadist yang mulia ini, Nabi menggambarkan tentang tiga hasil yang dapat dipetik oleh orang yang memperbanyak istighfar. Salah satunya yaitu, bahwa Allah Yang Maha Esa, Yang memiliki kekuatan akan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak pernah diharapkan serta tidak pernah terbersit dalam hati.Karena itu, kepada orang yang mengharapkan rizki hendaklah ia bersegera untuk memperbanyak istighfar, baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Dan hendaklah kita selalu waspada! dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan. Sebab ia adalah pekerjaan para pendusta.

Dari penjelasan di atas, dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut:
  1. Bahwasannya telah disyari’atkan oleh Allah kepada kita untuk senantiasa ber-istighfar dan taubat dengan lisan yang disertai perbuatan. Karena istighfar dan taubat dengan lisan semata tanpa disertai dengan perbuatan adalah pekerjaan para pendusta.
  2. Bahwasannya dengan istighfar dan taubat, Allah akan mengampuni dosa-dosa hambaNya, Allah akan menurunkan hujan yang lebat, Allah akan memperbanyak harta dan anak-anak, Allah akan menjadikan untuknya kebun yang di dalamnya mengalir sungai-sungai. Jadi dengan istighfar dan taubat, Allah akan membukakan pintu-pintu rizki dan keberkahan baik dari langit maupun dari bumi.

Unsur – unsur Taubat
Terma dari akr kata “t-w-b” dalam bahasa arab menunjukkan pengertian : pulang dan kembali . Sedangkan taubat kepada Allah SWT berarti pulang dan kembali ke haribaannya serta di pintunya .
Manusia tidak dapat membebaskan diri dari Allah SWT untuk memikirkan kehidupn fisiknya saja , juga tidak dapt membebaskan dirinya dari Allah SWT karena memikirkan kebutuhan hidup ruhaninnya saja . bahkan kebutuhannya kepada Allah SWT diakhirat akn lebih besar dari kebutuhannya didunia . Karena kehidupan dan kebutuhan fisik itu secara bersamaan juga dilakukan oleh binatang yang tidak dapat berfikir , sementara kebutuhan ruhani adalah sisi yng menjadi ciri pembeda mnusia dari hewan dan binatang . Allah SWT telah menciptakan mnusi dari dua unsur . Didalam tubuhnya terdapat unsur tanah , juga unsur ruh . inilah yang menjadikannya layak dijadikan objek sujud oleh malaikat sebagai penghormatan dan pemuliaan kedudukannya .

Taubat Nasuha
Taubat yang diperintahkan agar dilakukan oleh kaum mu’minin adalah taubat nasuha (yang semurni – murninya) seperti disebut dalam Al-quran :
“Hai orang – orang yang beriman , bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni – murninya” QS. At-tahrim: 8 .

Sedangkan Nasuha adalah redaksi hiperbolik dari kat nashiih . Seperti kata syakuur dan shabuur , sebagai bentuk hiperbolik dari syakir dan shabir . Dan terma “n-sh-h” dalam bahasa Arab bermkna : bersih . Dikatakan dalam bahasa Arab : “nashaha al’asal” jika madu itu murni , tidak mengandung campuran . Sedangkan kesungguhan dalam bertubat adalah seperti kesungguhan dalam beribadah . Ibnu Jarir , Ibnu Katsir dan Ibnu Qayyim menyebutkan dari Umar , Ibnu Mas’ud serta Ubay bin Ka’b r.a. bahwa pengertian tubat Nasuha adalah seseorang yang bertubat dari dosanya dan ia tidak melkukan dosa itu lagi , seperti susu tidak kembali ke payudara hewan . Sa’id bin Musayyab berkata : tubat nasuha adalah agar engkau menasihati diri kalian sendiri .

Ciri – ciri Taubat Nasuha , yaitu :
  1. Menyesal diatas dosa / maksiat yang dilakukan .
  2. Berniat (dengan sungguh – sungguh) tidak akan mengulanginya lagi .
  3. Memohon taubat kepada Allah SWT .
  4. Menghapus kesalahan masa lalu dengan banyak beramal sholeh .

Membiasakan diri bertaubat

Setiap manusia sudah seharusnya senantiasa mengingat tobat dan harus tetap tumbuh di dalam hati setiap muslim sampai meninggal dunia . Hati setiap muslim wajib senantiasa bergetar di hadapan keagungan Allah dzat yang maha menerima taubat hambanya .

Jika seseorang bertaubat dari dosanya dengan taubat yang sesungguhnya (tobatan nasuha) maka tidak ubahnya seperti bayi yang tidak mempunyai dosa . Manusia harus yakin bahwa bila seseorang melakukan dosa yang banyak , dan pada saat yang sama mengurungkan niat untuk bertobat dan mengatakan bahwa Allah tidak akan mengampuninya , maka justru mperkataannya ini merupakan dosa yang besar yang mendekati batas kekufuran . 

Orang yang berputus asa dari rahmat Allah , berarti dia telah melakukan dosa besar yang mendekati batas kekufuran . karena , sesungguhnya Allah tetap membuka pintu tobat selama dia belum mati . Oleh karena itu , seberapa pun besar dosa seseorang , walaupun menyamai buih di lautan lalu dia bertobat dari dosanya dan memperbaiki dirinya , serta bergetar hatinya dan menyesali apa yang telah dilakukannya , maka pasti Allah akan mengampuninya .

DAFTAR PUSTAKA
    http://www.caksub.com/istighfar-dan-taubat-adalah-kunci-rizki-barokah/
    http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/keutamaan-taubat.html
    http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/seputar-ramadhan/15-pengajian/1015-taubat-nasuha
    http://www.taubat.com
    http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/02/29/menggapai-jannatullah-dengan-taubat
    LKS (Lembaran kerja siswa) Aqidah Akhlak X Semester Genap Madrasah Aliyah

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Nama - nama Surat

Tidak ada komentar
No.Surat - Nama Surat - Jumlah Ayat - Artinya - Golongan Surat Al-Quran
  1. Al-fatihah - 7 - Pembukaan - Makkiyyah
  2. Al-baqoroh - 286 - Sapi Betina - Madaniyyah
  3. Ali ‘Imron - 200 - Keluarga - Imran Madaniyyah
  4. An-nisa - 176 - Wanita - Madaniyyah
  5. Al-maidah - 120 - Hidangan - Madaniyyah
  6. Al-an’am - 165 - Binatang Ternak - Makkiyyah
  7. Al-a’raf 206 - Tempat Tertinggi - Makkiyyah
  8. Al-anfal 75 - Harta Rampasan Perang - Madaniyyah
  9. At-taubah - 129 Pengampunan Madaniyyah
  10. Yunus 109 Nabi Yunus Makkiyyah
  11. Hud 123 Burung Hud Makkiyyah
  12. Yusuf 111 Nabi Yusuf Makkiyyah
  13. Ar-ra’d 43 Guruh Makkiyyah
  14. Ibrahim 52 Nabi Ibrahim Makkiyyah
  15. Al-hijr 99 Negeri Kaum Samud Makkiyyah
  16. An-nahl 128 Lebah Makkiyyah
  17. Al-isra 111 Memperjalankan di Malam Hari Makkiyyah
  18. Al-kahf 110 Gua Makkiyyah
  19. Maryam 98 Maryam Makkiyyah
  20. Taha 135 Taha Makkiyyah
  21. Al-anbiya 112 Nabi – nabi Makkiyyah
  22. Al-hajj 78 Haji Madaniyyah
  23. Al-mu’minun 118 Orang – orang yang beriman Makkiyyah
  24. An-nur 64 Cahaya Madaniyyah
  25. Al-furqon 77 Pembeda Makkiyyah
  26. Asy-syu’ara 227 Para Penyair Makkiyyah
  27. An-naml 93 Semut Makkiyyah
  28. Al-qasas 88 Cerita – cerita Makkiyyah
  29. Al-‘ankabut 69 Laba – laba Makkiyyah
  30. Ar-rum 60 Bangsa Romawi Makkiyyah
  31. Luqman 34 Luqman Makkiyyah
  32. As-sajdah 30 Sujud Makkiyyah
  33. Al-ahzab 73 Golongan yang bersekutu Madaniyyah
  34. Saba 54 Kaum saba Makkiyyah
  35. Fatir 45 Pencipta Makkiyyah
  36. Yasin 83 Yasin Makkiyyah
  37. As-saffat 182 Yang bershaf – shaf Makkiyyah
  38. Sad 88 Sad Makkiyyah
  39. Az-zumar 75 Rombongan – rombongan Makkiyyah
  40. Gafir 85 Gafir Makkiyyah
  41. Fussilat 54 Yang di jelaskan Makkiyyah
  42. Asy-syura 53 Musyawarah Makkiyyah
  43. Az-zukhruf 89 Perhiasan Makkiyyah
  44. Ad-dukhan 59 Kabut Makkiyyah
  45. Al-jasiyah 37 Yang berlutut Makkiyyah
  46. Al-ahqof 35 Bukit – bukit pasir Makkiyyah
  47. Muhammad 38 Nabi Muhammad SAW Madaniyyah
  48. Al-fath 29 Kemenangan Madaniyyah
  49. Al-hujurat 18 Kamar – kamar Madaniyyah
  50. Qof 45 Qaf Makkiyyah
  51. Az-zariyat 60 Angin yang menerbangkan Makkiyyah
  52. At-tur 49 Bukit Makkiyyah
53 An-najm 62 Bintang Makkiyyah
54 Al-qamar 55 Bulan Makkiyyah
55 Ar-rahman 78 Yang mehe pemurah Makkiyyah
56 Al-waqiah 96 Hari kiamat Makkiyyah
57 Al-hadid 29 Besi Madaniyyah
58 Al-mujadalah 22 Wanita yang mengajukan gugatan Madaniyyah
59 Al-hasyr 24 Pengusiran Madaniyyah
60 Al-mumtahanah 13 Perempuan yang diuji Madaniyyah
61 As-saff 14 Barisan Madaniyyah


No.Surat Nama Surat Jumlah Ayat Artinya Golongan Surat
62 Al-jumu’ah 11 Hari jumat Madaniyyah
63 Al-munafiqun 11 Orang – orang munafik Madaniyyah
64 At-tagabun 18 Hari di tampakkan kesalahan – kesalahan Madaniyyah
65 At-talaq 12 Talak Madaniyyah
66 At-tharim 12 Mengharamkn Madaniyyah
67 Al-mulk 30 Kerajaan Makkiyyah
68 Al-qalam 52 Kalam Makkiyyah
69 Al-haqqah 52 Hari kiamat Makkiyyah
70 Al-ma’arij 44 Tempt – tempat naik Makkiyyah
71 Nuh 28 Nabi nuh Makkiyyah
72 Al-jinn 28 Jin Makkiyyah
73 Al-muzzammil 20 Orang yang berselimut Makkiyyah
74 Al-muddassir 56 Orang yang berkemul Makkiyyah
75 Alqiyamah 40 Hari qiamat Makkiyyah
76 Al-insan 31 Manusia Madaniyyah
77 Al-mursalat 50 Malaikat yang diutus Makkiyyah
78 An-naba 40 Berita besar Makkiyyah
79 An-nazi’at 46 Malaikat – malaikat yang mencabut Makkiyyah
80 ‘Abasa 42 Ia bermuka masam Makkiyyah
81 At-takwir 29 Menggulung Makkiyyah
82 Al-infitar 19 Terbelah Makkiyyah
83 Al-mutaffifin 36 Orang – orang yang curang Makkiyyah
84 Al-insyiqaq 25 Terbelah Makkiyyah
85 Al-buruj 22 Gugusan bintang Makkiyyah
86 At-tariq 17 Yang datang di malam hari Makkiyyah
87 Al-a’la 19 Yang paling tinggi Makkiyyah
88 Al-gasyiyah 26 Hari pembalasan Makkiyyah
89 Al-fajr 30 Fajar Makkiyyah
90 Al-balad 20 Negeri Makkiyyah
91 Asy-syams 15 Matahari Makkiyyah
92 Al-lail 21 Malam Makkiyyah
93 Ad-duha 11 Waktu matahari sepenggalahan naik Makkiyyah
94 Al-insyirah 8 Kelapangan Makkiyyah
95 At-tin 8 Buah tin Makkiyyah
96 Al-alaq 19 Segumpal darah Makkiyyah
97 Al-qadar 5 Kemuliaan Makkiyyah
98 Al-bayyinah 8 Bukit Madaniyyah
99 Az-zalzalah 8 Kegoncangan Madaniyyah
100 Al-adiyat 11 Kuda perang yng berlari kencang Makkiyyah
101 Al-qoriah 11 Hari kiamat Makkiyyah
102 At-takasur 8 Bermegah – megah Makkiyyah
103 Al-‘asr 3 Masa Makkiyyah
104 Al-humazah 9 Pengumpat Makkiyyah
105 Al-fil 5 Gajah Makkiyyah
106 Quraisy 4 Suku quraisy Makkiyyah
107 Al-ma’un 7 Barang – barang yang berguna Makkiyyah
108 Al-kausar 3 Nikmat yang banyak Makkiyyah
109 Al-kafirun 6 Orang – orang kafir Madaniyyah
110 An-nasr 3 Pertolongan Madaniyyah
111 Al-lahab 5 Gejolak api Madaniyyah
112 Al-ikhlas 4 Memurnikan keesaan Allah Makkiyyah
113 Al-falaq 5 Waktu subuh Madaniyyah
114 An-nas 6 Manusia Madaniyyah

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Olahraga Alam

Tidak ada komentar
PENDAKIAN GUNUNG

Pendakian Gunung
Ilustrasi Pendakian Gunung
A. PENDAHULUAN
Banyak orang mengartikan pegunungan sebagai tempat yang menyediakan berbagai tantangan dan petualangan yang mungkin tiada tandingannya , terutama bagi penggemar olahraga pendakian gunung . Mereka selalu merasakan petualangan yang sangat menantang dengan menyelusuri rute – rute yang ada di pegunungan . kegiatan tersebut dinamakan pendakian gunung atau mountaineering .

B. DEFINISI PENDAKIAN GUNUNG
Pendakian gunung adalah suatu olah raga keras , penuh petualangan , dan membutuhkan keterampilan , kecerdasan , kekuatan , serta daya juang yang tinggi . Dalam arti luas , pendakian gunung berarti suatu perjalann , mulai dari hill walking sampai dengan ekspedisi pendakian ke puncak – puncak yang tinggi dan sulit hingga memerlukan waktu yang lama , bahkan sampai berbulan – bulan .

C. SEJARAH PENDAKIAN GUNUNG
Sejarah pendakian gunung tahun 1492 diawali oleh sekelompok orang perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville yang memanjat tebing Mont Aigulle (2097m) di kawasan Vercors Massif .

Tahun 1623 Yan carstensz adalah orng eropa pertama yang melihat pegunungan yang sangat tinggi dan bersalju di pedalaman Irian .

Tahun 1624 masih berkaitan dengan pekerjaan juga , pastor – pastor Jesuit merupakan orang – orang eropa pertama yang melintasi pegunungan Himalaya , tepatnya Mana Pass .

Tahun 1760 profesor de saussure agaknya begitu jatuh cinta kepada Mont Blanc di perbatasan Prancis – Italia . Oleh karena itu , ia menawarkn hadiah besar bagi siapa saja yang dapat menemukan lintasan ke puncaknya .

D. JENIS PENDAKIAN GUNUNG
  1. HILL WALKING > Hill walking adalah sebuah kegiatan menjelajahi daerah perbukitan yang biasanya tidak terlalu tinggi dengan derajat kemiringan rata – rata di bawah 450 .
  2. SCRAMBLING > SCRAMBLING merupakan kegiatan pendakian gunung di wilayah datarn tinggi pegununggan yang lebih tinggi dari bukit dan kermiringannya lebih ekstrem kira – kira . 450 .
  3. CLIMBING > CLIMBING berbeda dengan hiking dan scrambling . Perbedaannya terletak pada persoalan dibutuhkan – tidaknya alat bantu . Kegiatan olahraga alm ini menggunakan wahana tebing batu yang kemiringannya lebih dari 800 .
E. TEKNIK PENDAKIAN GUNUNG

SISTEM PENDAKIAN GUNUNG > Dalam pendakian gunung ada 2 sistem pendakian yang di kenal banyak pencinta alam , yaitu himalaya system dan alpine system .

PERALATAN PENDAKIAN GUNUNG
a. Ransel > Ransel digunakan untuk membawa segala peralatan yang di butuhkan dalam pendakian.
b. Sepatu gunung.
c. Pakaian gunung > Pakaian gunung terdiri atas baju gunung dan celana gunung .
d. Botol air.
e. Tenda.
f. Rantang masak outdoor (Misting).
g. Kompor lapangan.
h. Topi rimba.
i. Peta.
j. Kompas.
k. Pisau.
l. Korek api.
m. Senter.
n. Matras.


PERSIAPAN DALAM PENDAKIAN GUNUNG
a. Mental.
b. Pengetahuan dan keterampilan.
c. Kondisi fisik yang memadai.
d. Etika.


PROSEDUR PENDAKIAN GUNUNG

a. Mengamati lintasan dan memikirkan teknik yang akan dipakai.
b. Menyelipkan perlengkapan yang diperlukan.
c. Untuk leader , mengatur perlengkapan sedemikian rupa agar mudah diambil dan tidak mengganggu gerakan.
d. Bila belayer dan leader siap untuk melakukan pendakian.
e. Bila leader sudah sampai pada satu pitch , ia harus memasang anchor.
f. Leader yang sudah memasang anchor selanjutnya berfungsi sebagai belayer , yaitu mengamankan pendakian berikutnya.


ABA – ABA DALAM PENDAKIAN GUNUNG

a. Climbing when you are ready
b. Climbing
c. Ok
d. Take in
e. Slack
f. Rock
g. Fall


CARA MENDAKI GUNUNG YANG BAIK

Beberapa faktor kesalahan manusia adalah :

a. Minimnya pengetahuan tentang medan
b. Membuka jalur baru tanpa pengetahuan navigasi
c. Tersesat di hutan karena kekurangan makanan dan air
d. Terjadinya gap dan berbeda pendapat dalam kelompok
e. Kecerobohan leader dalam menentukan jalur

Faktor alam yang menyebabkan pendaki mengalami kecelakaan adalah :

a. Suhu yang tiba – tiba turun drastis
b. Badai gunung
c. Binatang buas
d. Kebakaran hutan
e. Longsornya tebing gunung
f. Gas beracun


PENGETAHUAN YANG DIBUTUHKAN PADA SAAT PROSES PENDAKIAN

Pengetahuan – pengetahuan itu sebagai berikut :

a. Navigasi darat
b. Cara bertahan hidup
c. Geographical positioning system (GPS)



PANJAT TEBING

A. DEFINISI PANJAT TEBING
Pada dasarnya panjat tebing adalah suatu teknik memanjat tebing batu dengan memanfaatkan cacat batuan yang berupa tonjolan,rekahan,atau cekungan dengan atau tanpa alat bantu pemanjatan.Panjat tebing adalah bagian dari pendakian gunung .

Panjat Tebing
Ilustrasi Panjat Tebing
B. SEJARAH PANJAT TEBING
Tahun 1865 : di alpen bagian tengah Edward Whymper dan enam rekanya berhasil menggapai puncak Matterhorn (4474) di Swiss.

Tahun 1874 : pemanjatan tanpa pemandu
Tahun 1878 : pemanjatan tebing –tebing yang takseberapa tinggi,tetapi curam dan sulit.
Tahun 1883 : W.W.Graham menjadi orang eropa pertama yang menjnjung tinggi Himalaya dengan tujuan mendaki gunung sebagai olahraga dan petualangan.
Tahun 1910 : Carabiner untuk pertama kali dipakai dalam pendakian.
Tahun 1931 : Schmid bersaudara mencapai puncak Matterhorn lewat dinding utara, sekaligus melahirkan demem north wall climbing.
Tahun 1932 : Grivel memperkenalkan cakar es (crampon) model 12 gigi.
Tahun 1933 : Comici dari Italia memanjat overhang (dengan cara bergantung dinding utara Cima Grande Lavredo di kawasan Dolomite, Alpen Timur, dan menandai aid climbing yang pertama.
Tahun 1937 : Bill Murray mengubah tongkat pemanjat yang panjang menjadi kapak es.
Tahun 1938 ; Dinding utara Eiger di Swiss akhirnya berhasil dipanjat oleh tim gabungan Jerman Barat dan Austria yang oleh Hitler diiming-imingi dengan medali emas olympiade.
Tahun 1949 : Nepal membuka perbatasannya bagi orang luar.
Tahun 1950 : Tibet dicaplok Cina.

C. KLASIFIKASI DAN KELAS DALAM PANJAT TEBING

1. Klasifikasi Panjat Tebing
a. Free climbing
Free climbing merupakan jenis olah raga panjat tebing dengan teknik memanjat tebing dengan menggunakan alat – alat hanya untuk pengaman saja , tidak langsung memengaruhi gerakan pemanjat atau menambah ketinggian .

b. Free soloing
Free soloing adalah bagian dari free climbing . tetapi pemanjat menghadapi segala resiko seorang diri .

c. Artificial climbing
Artificial climbing adalah pemanjatan tebing dengan bantuan peralatan tambahan karena sering sekali pemanjat menghadapi medan yang kurang atau peluang gerak yang memadai , misalnya ada medan yang kosong .

Berdasarkan system belay /fall protection .

a. Gym climbing
b. Top roping
c. Lead climbing


D. TEKNIK DAN PERALATAN PANJAT TEBING

1. Teknik dalam panjat tebing
Berikut ini adalah beberapa teknik yang rtr4Berikut ini adalah beberapa teknik yang digunakan dalam panjat tebing .

a. Face climbing
Yaitu teknik memanjat pada permukaan tebing yang memliki tonjolan

b. Slab climbing
Yaitu adalah teknik memanjat yang mengandalkan gaya gesek sebagai gaya penumpu yang biasa dilakukan pada tebing yang tidak vertical .

c. Fissure climbing
Yaitu teknik yang memanfaatkan celah bantuan dengan menggunakan anggota sebagai pasak .

2. Peralatan panjat tebing
Berikut adalah beberapa peralatan tersebut :

a. Tali
b. Carabiners (snapring , snapling , cicin kait)
c. Sling
d. Piton
e. Chock
f. Ascender
g. Descendeur
h. Etrier
i. Runner
j. Harness
k. Helm
l. Palu tebing
m. Sepatu
n. Sky hook
o. Sarung tangan
p. Prusik
q. Chalk bag
r. Bubuk magnesium
s. Pullay
t. Belay device

Berikut ini adalah beberapa simpul yang perlu diketahui pemanjat :

a. Simpul delapan
b. Simpul pita
c. Bowline
d. Simpul nelayan
e. Sheet bend
f. Prusik
g. Overhand loop



ARUM JERAM

Arum Jeram
Ilustrasi Arum Jeram
A. DEFINISI ARUM JERAM
Arum jeram merupakan aktivitas pengarungan sungai berjeram dengan menggunakan perahu karet , kayak , kano , serta dayung sebagai pengayuh . Arum jeram adalah aktivitas pengarungan bagian alur sungai yang berjeram dengan menggunakan wahana tertentu . pengertian wahana dalam hal ini adalah sarana atau alat yang terdiri atas perahu karet , kayak , kano , dan dayung . Tujuan berarung jeram bisa dilihat dari sisi olah raga , rekreasi , dan ekspedisi .

B. SEJARAH ARUNG JERAM
Kegiatan arung jeram di mulai setelah perang dunia II , yaitu ketika sekelompok pencinta kegiatan petualangan mencoba menelusuri sungai – sungai colorado . dengan menggunakan perahu karet bekas PD II , kegiatan ini berkembang menjadi satu aktivitas dengan berbagai wahana seperti kayak dan kano.

Sejarah petualangan sungai di Indonesia dimulai sekitar awal 1970 – an dengan istilah olahraga arus deras .

C. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN

1. Peralatan regu
a. Perahu karet
b. Dayung
c. Pompa dan peralatan reparasi
d. Tali
e. Peta sungai
f. Ember plastik atau gayung
g. Perlengkapan P3K

2. Peralatan pribadi
a. Pelampung
b. Pakaian
c. Sepatu
d. Helm
e. Perlengkapan untuk mempertahankan hidup


D. PENGETAHUAN TENTANG SUNGAI

1. Definisi jeram
Jeram adalah bagian sungai yang airnya mengalir dengan deras , cepat dan bertaburan di antara banyak batu dari berbagai ukuran sekaligus membentuk turbulensi dan arus balik .

2. Faktor penyebab terjadinya jeram
a. Volume air
b. Tingkat kecuraman aliran sungai
c. Tonjolan dasar sungai
d. Penyempitan lebar penampang sungai

3. Komponen jeram
a. Lidah air
b. Ombak berdiri
c. Arus balik
d. Pusaran air
e. Belokan
f. Air dangkal

4. Skala tingkat kesulitan sungai
a. International scale
b. Wastern scale

E. TEKNIK DASAR BERARUNG JERAM

1. Pengintaian
Pengintaian adalah pengamatan yang dilakukan sebelum mengarungi jeram yang belum dikenal

2. Teknik mendayung
a. Posisi duduk pada perahu karet
b. Gerakan dan arah mendayung

3. Aba – aba
a. Maju
b. Kuat
c. Dayung balik
d. Belok kanan
e. Belok kiri
f. Tarik kanan
g. Tarik kiri
h. Pindah kanan
i. Pindah liri
j. Stop

4. Manuver perahu
a. Ferry
b. Pivot dan back pivot
c. Portegee
d. Keluar dan masuk ke pusaran

5. Perencanaan jalur

6. Keselamatan

Prosedur keselamatan :
a. Penggunaan peralatan standar
b. Penguasaan dan pemahamn teknik – teknik dan pengetahuan tentang olah raga arus deras
c. Persiapan fisik dan mental
d. Pengetahuan akan batas kemampuan



OLAHRAGA SEPEDA GUNUNG

Olahraga Sepeda Gunung
Olahraga Sepeda Gunung
A. DEFINISI OLAHRAGA SEPEDA GUNUNG
Sepeda gunung adalah kendaraan 4xa nya komunitas persepedaan . Sepeda ini dirancang secara khusus agar mampu menjelajahi medan mulus , hutan , bukit , lembah , padang , dan areal pegunungan tanpa masalah .

B. SEJARAH OLAHRAGA SEPEDA GUNUNG
Sepeda gunung pertama kali diuji coba oleh buffalo soldiers , salah satu bagian dari angkatan darat amerika serikat . sepeda ini disiapkan untuk melalui jalanan pegunungan oleh militer amerika serikat

C. CABANG OLAHRAGA SEPEDA GUNUNG DAN JENIS – JENIS SEPEDA GUNUNG

1. Cabang olahraga sepeda gunung
a. Menuruni bukit
b. Lintas alam

2. Jenis – jenis sepeda gunung
a. All mountain traibike
b. Freeride
c. Dirt jump
d. Down hill
e. Cross country bike

D. PERLENGKAPAN OLAHRAGA SEPEDA GUNUNG

1. Helm
2. Sarung tangan
3. Rescue tool
4. Pengungkit ban
5. Pemutus rantai
6. Pompa
7. Ban dalam
8. Perlengkapan pertolongan pertama
9. Cleat pedal system
10. Sepatu MTB
11. Hand phone
12. Penahan lumpur
13. Kacamata olahraga
14. Baju sepeda gunung


SUSUR GUA

Susur Gua
Ilustrasi Susur Gua
A. DEFINISI SUSUR GUA
Susur gua atau caving dari kata cave yang artinya gua . Menurut Mc Clurg , gua berarti ruang alamiah di dalam bumi yang biasanay terdiri atas ruangan – ruangan dan lorong – lorong . Aktivitas caving diterjemahkan sebagai aktivitas penelusur gua . setiap aktivitas penelusuran gua tidak lepas dari keadaan gelap total . Istilah itu dinamakan Speleologi .

Speleologi berasal dari kata yunani , spalion (gua) dan logos (ilmu) . Jadi Speleologi adalah ilmu yang mempelajari gua beserta ilmu dan lingkungannya .





Etika di gua adalah :

1. Take nothing but picture ( tidak mengambil sesutu kecuali foto )
2. Leave nothing but footprints ( tidak meninggalkan sesuatu kecuali jejak kaki )
3. Kill nothing but time ( tidak membunuh sesuatu kecuali waktu )

Berikut ilmu – ilmu yang berkaitan dengan Speleologi :

1. Geomorfologi
2. Klimatologi
3. Hidrologi
4. Geologi
5. Biologi
6. Arkeologi

B. SEJARAH SUSUR GUA

Menurut catatan yang ada , penelusuran gua dimulai oleh john beaumont , ahli bedah dari Somerset , England ( 16 74 ) . wisata gua pertama kali tercatat pada 1818 ketika kaisar habsbrug prancis 1 dari austria meninjau gua adelsberg yang terletak di yugoslavia .

C. TEKNIK PENELUSURAN GUA

1. Teknik penulusuran gua harizontal
Pada dasarnya setiap penelusur gua memulai perjalanan dalm kondisi fit dan sehat . Alat – alat yang harus digunakan oleh setiap penelusur adalah sebagai berikut :
  1. Helm
  2. Caving sling
  3. Cover all
  4. Caving pack saving
Alat – alat yang harus disiapkan oleh kelompok penelusur :
  1. Perahu karet
  2. Tali
  3. Kamera
  4. Kompas
  5. Topofil
2. Teknik penelusuran gua vertikal
Untuk menelusuri gua vertikal, digunakn single rope technique (SRT) . SRT hanya terdiri atas satu tali tunggal dan menggunakan prinsip pemindahan beban ketika menaiki tali tersebut .

D. PENGETAHUAN DALAM SUSUR GUA
  1. Tali – temali (knot)
  2. Sistem anchor
  3. Abseiling (teknik menuruni tali)
  4. Prussiking (teknik menaiki tali)
E. PEMETAAN GUA
  1. Keterangan dalam peta gua
  2. Peralatan pemetaan
  3. Kelengkapan peta
  4. Prosedur pemetaan
  5. Bahaya dalam pemetaan

OLAHRAGA PARALAYANG


A. DEFINISI OLAHRAGA PARALAYANG
Olahraga paralayang adalah salah satu cabang olahrag terbang bebas . Paralayng dapat diartikan sebagai sebuah parasut yang dapat diterbangakan dan dapt mengangkat badan penerbang .

B. SEJARAH OLAHRAGA PARALAYANG
Olahraga Paralayang
Ilustrasi Olahraga Paralayang
Tahun 1990 kelompok terjun gunung MERAPI di yogyakarta pada januari 1990 menandai munculnya olahraga paralayang di Indonesia .

Tahun 1991 komunitas oenerbang paralayang bertambah dengan munculnya nama- nama Ferry Maskun , Daweris Taher , Bismo , dan Wien Suharjo .

Tahun 1992 komunitas paralayang bertambah banyak , tetapi alat yang ada masih sangat terbatas .


C. TEKNIK LEPAS LANDAS DALAM PARALAYANG
  1. Lompat lari /alpine launch
  2. Lompat balik /reverse launch



D. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN OLAHRAGA PARALAYANG

1. Perlengkapan utama
  • Parasut utama dan cadangan
  • Harness
  • Helmet
2. Perlengkapan pendukung
  • Variometer
  • Radio/HT
  • GPS
  • Windmeter
  • Peta lokasi terbang , dll
3. Perlengkapan pakaian penerbangan
  • Baju terbang
  • Sarung tangan
  • Sepatu berleher tinggi /boot
E. LOKASI OLAHRAGA PARALAYANG
  1. Sumatra utara
  2. Sumatra barat
  3. Sumatra selatan
  4. Sulawesi selatan
  5. Jawa barat
  6. Jawa tengah
  7. Jawa timur
  8. Bali

DAFTAR PUSTAKA
Nono Darsono dan Setria , Olahraga Alam 2008 , Jakarta , PT Perca

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Perangkat Komputer

2 komentar
PENDAHULUAN

Komputer berasal dari kata computer yang artinya menghitung . komputer merupakan alat yang di rancang untuk menerima data untuk kemudian diolah melalui suatu proses sehingga menghasilkan suatu keluaran .Teknologi sangat berguna dalam kehidupan sehari – hari . Teknologi diciptakan untuk mempermudah manusia dalam melakukan segala hal . Teknologi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari berbagi pengirim ke penerima . Manfaat Teknologi , Informasi dan Komunikasi yaitu :
  1. Untuk mendukung perbaikan keamanan dan mempercepat perkembangan kesejahteraan sosial dan ekonomi . 
  2. Mengatasi berbagai kesenjangan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dalam mendukung suatu sistem yang lebih adil dan merata .
  3. Meningkatkan akses Informasi dan pengetahuan .
  4. Meningkatkan kmampuan SDM ( sumber daya manusia ) .
  5. Mendukung proses demokrasi dan transparansi birokrasi .
  6. Membentuk masyarakat mengerti Teknologi , Informasi dan Komunikasi .
Komputer sudah digunakan untuk melakukan berbagai pekerjaan dan aktivitas manusia , seperti penelitian , kedokteran , pendidikan , dan perbankan .


PEMBAHASAN

UNIT MASUKAN 

Unit masukan adalah alat untuk memasukkan data ataupun program untuk diolah oleh komputer sehingga menjadi sebuah informasi . Contoh sebagai berikut :


a. Keyboard

Keyboard
Keyboard
Keyboard merupakan peranti masukan yang terdiri atas kumpulan huruf dan angka . pada keyboard juga terdapat tombol – tombol khusus yang memiliki fungsi khusus . Jenis – jenis keyboard yang digunakan , yaitu serial , Port serial 2 ( PS2 ) , dan Universal serial Bus ( USB ) .



b. Mouse


Mouse
Mouse

Mouse adalah perangkat yang berfungsi untuk menggerakkan kursor dan menunjuk perintah atau program pada layar monitor . Jenis – jenis mouse , yaitu serial , PS2 , USB .






c. Scanner


Scanner
Scanner

Scanner adalah alat untuk mengubah teks atau gambar menjadi gambar digital .






 

d. Floppy Disk Drive
Floppy Disk Drive adalah alat untuk menulis , membaca data , dan merekam data .

e. CD-ROM dan CD-RW
Compact disc-read only memory adalah alat untuk membaca Compact Disc ( CD ) atau Video Compact Disc ( VCD ) pada komputer . Compact Disc – read and write ( CD-RW ) , yaitu alat serupa CD-ROM , namun selain dapat membaca CD , dapat juga merekam data ke CD .

f. DVD-ROM dan DVD-RW
DVD-ROM adalah alat untuk membaca CD , VCD , atau DVD pada komputer . selain DVD-ROM , ada juga DVD-RW , yaitu alat serupa DVD-ROM , namun selain dapat membaca CD , DVD , dan DVD , dapat juga merekam data ke keping DVD .

g. Voice Input
Voice input adalah alat untuk merekam suara manusia dan mengubahnya menjadi file digital untuk dimasukkan kedalam komputer .


UNIT PROSES
Unit proses adalah Central Processing Unit ( CPU ) . CPU merupakan otak atau pengatur suatu sistem yang mengolah data sehingga menghasilkan suatu informasi . Contoh , pentium III , pentium IV , dan Athlon .

Perangkat – perangkat alat proses beserta perlengkapnnya , yaitu sebagai berikut :


  1. Casing > Casing adalah kotak pembungkus perangkat keras didalam CPU agar terhindar dari kotoran dan sentuhan tangan .
  2. Power Supply > Power supply gunanya untuk mengkonversi listrik dan menyediakan aliran listrik tetap untuk digunakan oleh komputer . Kualitas Power supply menentukan kualitas kinerja komputer .
  3. Motherboard > Motherboard adalah papan rangkaian utama komputer untuk memasang processor , memory , dan perangkat lainnya .
  4. Processor > Processor adalah sebuah chip yang merupakan pengolah utama dan pusat pengendali berbagai perangkat komputer .
  5. Memory > Memory adalah alat yang berfungsi mengolah data dan intruksi serta menyimpan informasi . Semakin besar kapasitas memory yang digunakan , semakin banyak dat maupun perintah yang dapat disimpan .
  6. VGA card > VGA card adalah kartu elektronik yang berfungsi menghubungkan motherboard dan monitor .
  7. I/O card > I/O card adalah sebuah kartu elektronik yang berfungsi menghubungkan antara motherboard dengan unit masukan dan unit keluaran .
  8. Sound card > Sound card adalah perangkat multimedia yang berfungsi untuk mengolah suara pada komputer .


UNIT KELUARAN
Unit keluaran yaitu alat untuk menampilkan hasil pengolahan yang dilakukan oleh CPU .

  1. Monitor > Monitor adalah alat yang berfungsi menampilakn data atau informasi dalam bentuk teks atau grafik .
  2. Printer > Printer adalah alat untuk mencetak informasi yang dihasilkan oleh komputer .
  3. Speaker > Speaker adalah unit keluaran untuk menghasilkan suara .
UNIT PENYIMPANAN
Unit penyimpanan atau storage adalah suatu media yang dapat menyimpan data secara permanen dalam jangka waktu panjang sehingga suatu saat data tersebut dapat diambil atau dibaca kembali . antara lain :

  1. Hard Disk > Hard disk adalah perangkt komputer yang berfungsi menyimpan data dalam kapasitas besar .
  2. Disket > Disket adalah unit penyimpanan data yang berbentuk disk ( cakram ) .
  3. USB Flash Drive > USB flash drive adalah unit penyimpanan data yang dapat menyimpan data hingga 1 Gb . USB terhubung ke komputer menggunakan port USB .
  4. Compact Disk > CD adalah media berbentuk piringan yang berfungsi menyimpan data hingga 700 Mb .
ALAT – ALAT TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI

  1. TELEPON > Telepon adalah salah satu dari teknologi yang sangat berguna dalam berkomunikasi jarak jauh . Telepon termasuk dalam manfaat dari perangkat teknologi . Seratus tahun yang lalu , seorang ilmuan Amerika bernama Alexander Graham Bell percaya bahwa aliran listrik dapat digunakan untuk membawa suara ke tempat yang sangat jauh . Suara yang bergetar di udara disebut gelombang bunyi . Semua gelombang bunyi berbeda dengan yang lain . Ada yang keras , lembut dan ada yang bergetar sangat cepat dari pada yang lainnya . Oleh karena itu , setiap gelombang bunyi dapat merambat melalui sinyal arus listrik yang melewati kabel .
  2. RADIO > Radio adalah teknologi berupa pengiriman sinyal oleh modulasi gelombang elektromagnetik . Gelombang ini dapat merambat melewati udara dan ruang hampa udara . Marconi adalah penemu komunikasi radio .Gelombang radio adalah suatu bentuk dari radiasi elektomagnetik yang terbentuk ketika materi bermuatan listrik dipercepat dengan menggunakan frekuensi yang terdapat dalam frekuensi radio ( RF ) pada spektrum elektromagnetik . Gelombang radio memiliki jangkauan 10 hertz hingga beberapa gigahertz .Radio pertama kali digunakan untuk mengirimkan pesan telegraf dengan menggunakan kode Morse oleh angkatan perang . Salah satu pengguna awal radio , yaitu Angkatan Laut Jepang yang digunakan untuk memata – matai armada Rusia ketika perang Tsushima pada tahun 1901 . Salah satu pengguna radio yang paling populer , yaitu pada saat tenggelamnya kapal RMS Titanic pada tahun 1912.Dengan populernya pesawat radio , siaran mulai dilakukan pada tahun 1920-an , terutama di Eropadan Amerika Serikat.
  3. TELEVISI > Televisi merupakan alat telekomunikasi yang berfungsi menagkap siaran bergambar . Kata televisi berasal dari kata tele dan vision , yang memiliki arti jauh dan tampak . Jadi , televisi berarti melihat dari jarak jauh . Penemuan televisi disamakan dengan penemuan roda karena mampu mengubah peradaban dunia .Penemuan televisi tidak dapat dipisahkan dari penemuan dasar hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday ( 1831 ) .
  4. KOMPUTER > Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah informasi , menyimpan dan meghitung data . Pada awalnya , kata komputer dipergunakan untuk menggambarkan orang yang pekerjaannya melakukan perhitungan aritmatika tanpa menggunakan alat bentu . Akan tetapi , kini komputer banyak digunakan untuk keperluan yang tidak berhubungan dengan matematika .

JARINGAN TELEKOMUNIKASI

Alat yang dapat menghubungkan suatu alat komunikasi ke alat komunikasi lainnya disebut jaringan . Ada beberapa macam jaringan yang digunakan dalam bidang telekomunikasi , yaitu sebagai berikut :

  1. Wireless > Wireless biasanya disebut sebagai jaringan komunikasi nir kabel ( tanpa kabel ) , yaitu jaringan komunikasi yang menggunakan gelombang radio / frekuensi tertentu yang berfungsi sebagai pengantar informasi . jaringan komunikasi ini menggunakan alat pemancar , penguat , dan penerima gelombang yang berisi data tersebut . Wireless sering digunakan oleh komputer untuk saling berkomunikasi ke komputer lainnya .
  2. Modem > Modem merupakan kependekan dari modulator demolator . Modem ini berfungsi mentrasfer data dari bentuk data komputer menjadi data dalam bentuk elektromagnetik .
  3. Satelit > Satelit merupakan jaringan komunikasi yang berfungsi sebagai pemancar , penerima , dan penguat gelombang . Sistem komunikasi ini menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengirim datanya . Biasanya satelit di tempatkan di luar angkasa .
  4. Wireline > Wireline merupakan sebuah jaringan yang mirip dengan wireles . Bedanya , wireless merupakan jaringan tanpa kabel , sedangkan wireline merupakan jaringan yang menggunakan kabel . Contohnya : telepon .Telepon yang menggunakan kabel ( wireline ) , dapat juga digunakan mengakses internet , yaitu dengan cara menghubungkan kabel telepon ke port komputer . Akan tetapi , ada juga telepon yang menggunakan jaringan wireless atau jaringan tnpa kabel , seperti Telkom Flexi .


KESIMPULAN
Perangkat teknologi sangat berperan penting dalam kehidupan sehari – hari . Dan manfaatnya pun banyak sekali dalam kehidupan manusia .


SARAN
Kita sebagai pelajar harus tau benar manfaat dari teknologi , informasi dan komunikasi . Dan kita harus menguasai atau mengetahui sebagian kecil dari teknologi , karena teknologi , informasi dan komunikasi sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari – hari .

DAFTAR PUSTAKA
Kuswayatno , lia . 2006. Teknologi informasi dan komunikasi kelas X SMA

2 komentar :

Poskan Komentar

Budaya Politik

2 komentar
Latar Belakang
Istilah budaya politik mulai dikenal terutama sejak aliran perilaku ( behavioralism ). Namun istilah ini mengandung kontroversial krena tidak jelas konsepnya . Para pengkritiknya menyebutkan , penggabungan dua konsep budaya dan politik saja sudah mengandung kebingungan apalagi jika dijadikan konsep menjelaskan fenomena politik .
Namun dengan demikian dalam literatur politik khususnya pendekatan perilaku , istilah ini kerap kali digunakan utuk menjelaskan fakta yang hanya dilakukan dengan pendekatan kelembagaan atau pendekatan sistemik . Dengan kata lain menjelaskan dengan pendekatan budaya politik adalah upaya menembus secara lebih dalam perilaku politik seseorang atau sebuah kelompok .


PENGERTIAN BUDAYA POLITIK
Pengertian Umum Budaya Politik
Budaya politik merupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. Namun, setiap unsur masyarakat berbeda pula budaya politiknya, seperti antara masyarakat umum dengan para elitenya. Seperti juga di Indonesia, menurut Benedict R. O’G Anderson, kebudayaan Indonesia cenderung membagi secara tajam antara kelompok elite dengan kelompok massa.
Almond dan Verba mendefinisikan budaya politik sebagai suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya, dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu. Dengan kata lain, bagaimana distribusi pola-pola orientasi khusus menuju tujuan politik diantara masyarakat bangsa itu. 
Lebih jauh mereka menyatakan, bahwa warga negara senantiasa mengidentifikasikan diri mereka dengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki. Dengan orientasi itu pula mereka menilai serta mempertanyakan tempat dan peranan mereka di dalam sistem politik.
Berikut ini adalah beberapa pengertian budaya politik yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk lebih memahami secara teoritis sebagai berikut :
  1. Budaya politik adalah aspek politik dari nilai-nilai yang terdiri atas pengetahuan, adat istiadat, tahayul, dan mitos. Kesemuanya dikenal dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. Budaya politik tersebut memberikan rasional untuk menolak atau menerima nilai-nilai dan norma lain.
  2. Budaya politik dapat dilihat dari aspek doktrin dan aspek generiknya. Yang pertama menekankan pada isi atau materi, seperti sosialisme, demokrasi, atau nasionalisme. Yang kedua (aspek generik) menganalisis bentuk, peranan, dan ciri-ciri budaya politik, seperti militan, utopis, terbuka, atau tertutup.
  3. Hakikat dan ciri budaya politik yang menyangkut masalah nilai-nilai adalah prinsip dasar yang melandasi suatu pandangan hidup yang berhubungan dengan masalah tujuan.
  4. Bentuk budaya politik menyangkut sikap dan norma, yaitu sikap terbuka dan tertutup, tingkat militansi seseorang terhadap orang lain dalam pergaulan masyarakat. Pola kepemimpinan (konformitas atau mendorong inisiatif kebebasan), sikap terhadap mobilitas (mempertahankan status quo atau men dorong mobilitas), prioritas kebijakan (menekankan ekonomi atau politik).
Dengan pengertian budaya politik di atas, nampaknya membawa kita pada suatu pemahaman konsep yang memadukan dua tingkat orientasi politik, yaitu sistem dan individu. Dengan orientasi yang bersifat individual ini, tidaklah berarti bahwa dalam memandang sistem politiknya kita menganggap masyarakat akan cenderung bergerak ke arah individualisme. Jauh dari anggapan yang demikian, pandangan ini melihat aspek individu dalam orientasi politik hanya sebagai pengakuan akan adanya fenomena dalam masyarakat secara keseluruhan tidak dapat melepaskan diri dari orientasi individual.


Pengertian Budaya Politik Menurut Para Ahli
Terdapat banyak sarjana ilmu politik yang telah mengkaji tema budaya politik, sehingga terdapat variasi konsep tentang budaya politik yang kita ketahui. Namun bila diamati dan dikaji lebih jauh, tentang derajat perbedaan konsep tersebut tidaklah begitu besar, sehingga tetap dalam satu pemahaman dan rambu-rambu yang sama. Berikut ini merupakan pengertian dari beberapa ahli ilmu politik tentang budaya politik.
  1. Rusadi Sumintapura > Budaya politik tidak lain adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.
  2. Sidney Verba > Budaya politik adalah suatu sistem kepercayaan empirik, simbol-simbol ekspresif dan nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik dilakukan.
  3. Alan R. Ball > Budaya politik adalah suatu susunan yang terdiri dari sikap, kepercayaan, emosi dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik.
  4. Austin Ranney > Budaya politik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama; sebuah pola orientasi-orientasi terhadap objek-objek politik.
  5. Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, Jr. > Budaya politik berisikan sikap, keyakinan, nilai dan keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi, juga kecenderungan dan pola-pola khusus yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dari populasi.
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut diatas (dalam arti umum atau menurut para ahli), maka dapat ditarik beberapa batasan konseptual tentang budaya politik sebagai berikut :
  1. Bahwa konsep budaya politik lebih mengedepankan aspek-aspek non-perilaku aktual berupa tindakan, tetapi lebih menekankan pada berbagai perilaku non-aktual seperti orientasi, sikap, nilai-nilai dan kepercayaan-kepercayaan. Hal inilah yang menyebabkan Gabriel A. Almond memandang bahwa budaya politik adalah dimensi psikologis dari sebuah sistem politik yang juga memiliki peranan penting berjalannya sebuah sistem politik.
  2. Hal-hal yang diorientasikan dalam budaya politik adalah sistem politik, artinya setiap berbicara budaya politik maka tidak akan lepas dari pembicaraan sistem politik. Hal-hal yang diorientasikan dalam sistem politik, yaitu setiap komponen-komponen yang terdiri dari komponen-komponen struktur dan fungsi dalam sistem politik. Seseorang akan memiliki orientasi yang berbeda terhadap sistem politik, dengan melihat fokus yang diorientasikan, apakah dalam tataran struktur politik, fungsi-fungsi dari struktur politik, dan gabungan dari keduanya. Misal orientasi politik terhadap lembaga politik terhadap lembaga legislatif, eksekutif dan sebagainya.
  3. Budaya politik merupakan deskripsi konseptual yang menggambarkan komponen-komponen budaya politik dalam tataran masif (dalam jumlah besar), atau mendeskripsikan masyarakat di suatu negara atau wilayah, bukan per-individu. Hal ini berkaitan dengan pemahaman, bahwa budaya politik merupakan refleksi perilaku warga negara secara massal yang memiliki peran besar bagi terciptanya sistem politik yang ideal.


KOMPONEN-KOMPONEN BUDAYA POLITIK
Seperti dikatakan oleh Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, Jr., bahwa budaya politik merupakan dimensi psikologis dalam suatu sistem politik. Maksud dari pernyataan ini menurut Ranney, adalah karena budaya politik menjadi satu lingkungan psikologis, bagi terselenggaranya konflik-konflik politik (dinamika politik) dan terjadinya proses pembuatan kebijakan politik. Sebagai suatu lingkungan psikologis, maka komponen-komponen berisikan unsur-unsur psikis dalam diri masyarakat yang terkategori menjadi beberapa unsur.
Menurut Ranney, terdapat dua komponen utama dari budaya politik, yaitu orientasi kognitif (cognitive orientations) dan orientasi afektif (affective oreintatations). Sementara itu, Almond dan Verba dengan lebih komprehensif mengacu pada apa yang dirumuskan Parsons dan Shils tentang klasifikasi tipe-tipe orientasi, bahwa budaya politik mengandung tiga komponen obyek politik sebagai berikut.
  1. Orientasi kognitif : yaitu berupa pengetahuan tentang dan kepercayaan pada politik, peranan dan segala kewajibannya serta input dan outputnya.
  2. Orientasi afektif : yaitu perasaan terhadap sistem politik, peranannya, para aktor dan pe-nampilannya.
  3. Orientasi evaluatif : yaitu keputusan dan pendapat tentang obyek-obyek politik yang secara tipikal melibatkan standar nilai dan kriteria dengan informasi dan perasaan.


TIPE-TIPE BUDAYA POLITIK
  1. Berdasarkan Sikap Yang Ditunjukkan > Pada negara yang memiliki sistem ekonomi dan teknologi yang kompleks, menuntut kerja sama yang luas untuk memper padukan modal dan keterampilan. Jiwa kerja sama dapat diukur dari sikap orang terhadap orang lain. Pada kondisi ini budaya politik memiliki kecenderungan sikap ”militan” atau sifat ”tolerasi”.
  2. Budaya Politik Militan > Budaya politik dimana perbedaan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik, tetapi dipandang sebagai usaha jahat dan menantang. Bila terjadi kriris, maka yang dicari adalah kambing hitamnya, bukan disebabkan oleh peraturan yang salah, dan masalah yang mempribadi selalu sensitif dan membakar emosi.
  3. Budaya Politik Toleransi > Budaya politik dimana pemikiran berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai, berusaha mencari konsensus yang wajar yang mana selalu membuka pintu untuk bekerja sama. Sikap netral atau kritis terhadap ide orang, tetapi bukan curiga terhadap orang.
Jika pernyataan umum dari pimpinan masyarakat bernada sangat militan, maka hal itu dapat menciptakan ketegangan dan menumbuhkan konflik. Kesemuanya itu menutup jalan bagi pertumbuhan kerja sama. Pernyataan dengan jiwa tolerasi hampir selalu mengundang kerja sama. Berdasarkan sikap terhadap tradisi dan perubahan. Budaya Politik terbagi atas :
  1. Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Absolut > Budaya politik yang mempunyai sikap mental yang absolut memiliki nilai-nilai dan kepercayaan yang. dianggap selalu sempurna dan tak dapat diubah lagi. Usaha yang diperlukan adalah intensifikasi dari kepercayaan, bukan kebaikan. Pola pikir demikian hanya memberikan perhatian pada apa yang selaras dengan mentalnya dan menolak atau menyerang hal-hal yang baru atau yang berlainan (bertentangan). Budaya politik yang bernada absolut bisa tumbuh dari tradisi, jarang bersifat kritis terhadap tradisi, malah hanya berusaha memelihara kemurnian tradisi. Maka, tradisi selalu dipertahankan dengan segala kebaikan dan keburukan. Kesetiaan yang absolut terhadap tradisi tidak memungkinkan pertumbuhan unsur baru.
  2. Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Akomodatif > Struktur mental yang bersifat akomodatif biasanya terbuka dan sedia menerima apa saja yang dianggap berharga. Ia dapat melepaskan ikatan tradisi, kritis terhadap diri sendiri, dan bersedia menilai kembali tradisi berdasarkan perkembangan masa kini.Tipe absolut dari budaya politik sering menganggap perubahan sebagai suatu yang membahayakan. Tiap perkembangan baru dianggap sebagai suatu tantangan yang berbahaya yang harus dikendalikan. Perubahan dianggap sebagai penyim pangan. Tipe akomodatif dari budaya politik melihat perubahan hanya sebagai salah satu masalah untuk dipikirkan. Perubahan mendorong usaha perbaikan dan pemecahan yang lebih sempurna.


BERDASARKAN ORIENTASI POLITIKNYA
Realitas yang ditemukan dalam budaya politik, ternyata memiliki beberapa variasi. Berdasarkan orientasi politik yang dicirikan dan karakter-karakter dalam budaya politik, maka setiap sistem politik akan memiliki budaya politik yang berbeda. Perbedaan ini terwujud dalam tipe-tipe yang ada dalam budaya politik yang setiap tipe memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Dari realitas budaya politik yang berkembang di dalam masyarakat, Gabriel Almond mengklasifikasikan budaya politik sebagai berikut :
  1. Budaya politik parokial (parochial political culture), yaitu tingkat partisipasi politiknya sangat rendah, yang disebabkan faktor kognitif (misalnya tingkat pendidikan relatif rendah).
  2. Budaya politik kaula (subyek political culture), yaitu masyarakat bersangkutan sudah relatif maju (baik sosial maupun ekonominya) tetapi masih bersifat pasif.
  3. Budaya politik partisipan (participant political culture), yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik sangat tinggi.
Dalam kehidupan masyarakat, tidak menutup kemungkinan bahwa terbentuknya budaya politik merupakan gabungan dari ketiga klasifikasi tersebut di atas. Tentang klasifikasi budaya politik di dalam masyarakat lebih lanjut adalah sebagai berikut.


No Budaya Politik Uraian / Keterangan
Parokial 
  1. Frekuensi orientasi terhadap sistem sebagai obyek umum, obyek-obyek input, obyek-obyek output, dan pribadi sebagai partisipan aktif mendekati nol.
  2. Tidak terdapat peran-peran politik yang khusus dalam masyarakat.
  3. Orientasi parokial menyatakan alpanya harapan-harapan akan perubahan yang komparatif yang diinisiasikan oleh sistem politik.
  4. Kaum parokial tidak mengharapkan apapun dari sistem politik.
  5. Parokialisme murni berlangsung dalam sistem tradisional yang lebih sederhana dimana spesialisasi politik berada pada jenjang sangat minim.
  6. Parokialisme dalam sistem politik yang diferensiatif lebih bersifat afektif dan normatif dari pada kognitif.
Subyek/Kaula 
  1. Terdapat frekuensi orientasi politik yang tinggi terhadap sistem politik yang diferensiatif dan aspek output dari sistem itu, tetapi frekuensi orientasi terhadap obyek-obyek input secara khusus, dan terhadap pribadi sebagai partisipan yang aktif mendekati nol.
  2. Para subyek menyadari akan otoritas pemerintah.
  3. Hubungannya terhadap sistem plitik secara umum, dan terhadap output, administratif secara esensial merupakan hubungan yang pasif.
  4. Sering wujud di dalam masyarakat di mana tidak terdapat struktur input yang terdiferensiansikan.
  5. Orientasi subyek lebih bersifat afektif dan normatif daripada kognitif.
Partisipan 
  1. Frekuensi orientasi politik sistem sebagai obyek umum, obyek-obyek input, output, dan pribadi sebagai partisipan aktif mendekati satu.
  2. Bentuk kultur dimana anggota-anggota masyarakat cenderung diorientasikan secara eksplisit terhadap sistem politik secara komprehensif dan terhadap struktur dan proses politik serta administratif (aspek input dan output sistem politik)
  3. Anggota masyarakat partisipatif terhadap obyek politik
  4. Masyarakat berperan sebagai aktivis.
Kondisi masyarakat dalam budaya politik partisipan mengerti bahwa mereka berstatus warga negara dan memberikan perhatian terhadap sistem politik. Mereka memiliki kebanggaan terhadap sistem politik dan memiliki kemauan untuk mendiskusikan hal tersebut. Mereka memiliki keyakinan bahwa mereka dapat mempengaruhi pengambilan kebijakan publik dalam beberapa tingkatan dan memiliki kemauan untuk mengorganisasikan diri dalam kelompok-kelompok protes bila terdapat praktik-praktik pemerintahan yang tidak fair.
Budaya politik partisipan merupakan lahan yang ideal bagi tumbuh suburnya demokrasi. Hal ini dikarenakan terjadinya harmonisasi hubungan warga negara dengan pemerintah, yang ditunjukan oleh tingkat kompetensi politik, yaitu menyelesaikan sesuatu hal secara politik, dan tingkat efficacy atau keberdayaan, karena mereka merasa memiliki setidaknya kekuatan politik yang ditunjukan oleh warga negara. Oleh karena itu mereka merasa perlu untuk terlibat dalam proses pemilu dan mempercayai perlunya keterlibatan dalam politik. Selain itu warga negara berperan sebagai individu yang aktif dalam masyarakat secara sukarela, karena adanya saling percaya (trust) antar warga negara. Oleh karena itu dalam konteks politik, tipe budaya ini merupakan kondisi ideal bagi masyarakat secara politik.
Budaya Politik subyek lebih rendah satu derajat dari budaya politikpartisipan. Masyarakat dalam tipe budaya ini tetap memiliki pemahaman yang sama sebagai warga negara dan memiliki perhatian terhadap sistem politik, tetapi keterlibatan mereka dalam cara yang lebih pasif. Mereka tetap mengikuti berita-berita politik, tetapi tidak bangga terhadap sistem politik negaranya dan perasaan komitmen emosionalnya kecil terhadap negara. Mereka akan merasa tidak nyaman bila membicarakan masalah-masalah politik.
Demokrasi sulit untuk berkembang dalam masyarakat dengan budaya politik subyek, karena masing-masing warga negaranya tidak aktif. Perasaan berpengaruh terhadap proses politik muncul bila mereka telah melakukan kontak dengan pejabat lokal. Selain itu mereka juga memiliki kompetensi politik dan keberdayaan politik yang rendah, sehingga sangat sukar untuk mengharapkan artisipasi politik yang tinggi, agar terciptanya mekanisme kontrol terhadap berjalannya sistem politik.
Budaya Politik parokial merupakan tipe budaya politik yang paling rendah, yang didalamnya masyarakat bahkan tidak merasakan bahwa mereka adalah warga negara dari suatu negara, mereka lebih mengidentifikasikan dirinya pada perasaan lokalitas. Tidak terdapat kebanggaan terhadap sistem politik tersebut. Mereka tidak memiliki perhatian terhadap apa yang terjadi dalam sistem politik, pengetahuannya sedikit tentang sistem politik, dan jarang membicarakan masalah-masalah politik.Budaya politik ini juga mengindikasikan bahwa masyarakatnya tidak memiliki minat maupun kemampuan untuk berpartisipasi dalam politik. 
Perasaan kompetensi politik dan keberdayaan politik otomatis tidak muncul, ketika berhadapan dengan institusi-institusi politik. Oleh karena itu terdapat kesulitan untuk mencoba membangun demokrasi dalam budaya politik parokial, hanya bisa bila terdapat institusi-institusi dan perasaan kewarganegaraan baru. Budaya politik ini bisa dtemukan dalam masyarakat suku-suku di negara-negara belum maju, seperti di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
Namun dalam kenyataan tidak ada satupun negara yang memiliki budaya politik murni partisipan, pariokal atau subyek. Melainkan terdapat variasi campuran di antara ketiga tipe-tipe tersebut, ketiganya menurut Almond dan Verbatervariasi ke dalam tiga bentuk budaya politik, yaitu :
  1. Budaya politik subyek-parokial (the parochial- subject culture)
  2. Budaya politik subyek-partisipan (the subject-participant culture)
  3. Budaya politik parokial-partisipan (the parochial-participant culture)

Berdasarkan penggolongan atau bentuk-bentuk budaya politik di atas, dapat dibagi dalam tiga model kebudayaan politik sebagai berikut :

Model-Model Kebudayaan Politik

Demokratik Industrial Sistem Otoriter Demokratis Pra Industrial
Dalam sistem ini cukup banyak aktivis politik untuk menjamin adanya kompetisi partai-partai poli-tik dan kehadiran pemberian suara yang besar. Di sini jumlah industrial dan modernis sebagian kecil, meskipun terdapat organisasi politik dan partisipan politik seperti mahasiswa, kaum in-telektual dengan tindakan persuasif menentang sistem yang ada, tetapi seba-gian besar jumlah rakyat hanya menjadi subyek yang pasif. Dalam sistem ini hanya terdapat sedikit sekali parti-sipan dan sedikit pula keter-libatannya dalam peme-rintahan
Pola kepemimpinan sebagai bagian dari budaya politik, menuntut konformitas atau mendorong aktivitas. Di negara berkembang seperti Indonesia, pemerintah diharapkan makin besar peranannya dalam pembangunan di segala bidang. Dari sudut penguasa, konformitas menyangkut tuntutan atau harapan akan dukungan dari rakyat. Modifikasi atau kompromi tidak diharapkan, apalagi kritik. Jika pemimpin itu merasa dirinya penting, maka dia menuntut rakyat menunjuk kan kesetiaannya yang tinggi. Akan tetapi, ada pula elite yang menyadari inisiatif rakyat yang menentukan tingkat pembangunan, maka elite itu sedang mengembang kan pola kepemimpinan inisiatif rakyat dengan tidak mengekang kebebasan.
Suatu pemerintahan yang kuat dengan disertai kepasifan yang kuat dari rakyat, biasanya mempunyai budaya politik bersifat agama politik, yaitu politik dikembang kan berdasarkan ciri-ciri agama yang cenderung mengatur secara ketat setiap anggota masyarakat. Budaya tersebut merupakan usaha percampuran politik dengan ciri-ciri keagamaan yang dominan dalam masyarakat tradisional di negara yang baru berkembang.
David Apter memberi gambaran tentang kondisi politik yang menimbulkan suatu agama politik di suatu masyarakat, yaitu kondisi politik yang terlalu sentralistis dengan peranan birokrasi atau militer yang terlalu kuat. Budaya politik para elite berdasarkan budaya politik agama tersebut dapat mendorong atau menghambat pembangunan karena massa rakyat harus menyesuaikan diri pada kebijaksanaan para elite politik.


BUDAYA POLITIK DEMOKRATIS
Politik dapat dimaknai sangat luas hampir tak terbatas. Dalam wacana politik versi Yunani, perhatian utama ilmu politik lebih pada pengetahuan politik, proses dan tindakan para aktor politik. Siapakah pelaku-pelaku politik tersebut? Pelaku politik bisa berupa lembaga, individu/kelompok yang memiliki kepentingan politik dan melakukan aktivitas politik.Dalam memahami bentuk perilaku politik, dapat dipergunakan pendekatan respon politik (behavioralisme), yang mengetengahkan partisipasi politik, baik secara historis, sosiologis, tradisional dan lainnya. Partisipasi politik adalah perilaku luar individu warga negara yang bisa diamati dan bukan merupakan perilaku dalam yang berupa sikap atau orientasi. Bentuk partisipasi politik dibedakan menjadi kegiatan politik konvensional (normal dalam demokrasi modern) dan non-konvensional (legal maupun ilegal, penuh kekerasan dan revolusioner).
Dalam partisipasi politik, berarti dimungkinkan terdapat hubungan antara pemerintah dan masyarakatnya. Untuk membangun interaksi antara pemerintah dan masyarakat diperlukan proses, partisipasi dan kontribusi (interaksi timbal balik). Dan peningkatan partisipasi politik, baik secara kualitas maupun kuantitas merupakan kunci demokrasi.Budaya politik merupakan orientasi psikologis terhadap obyek sosial yang meliputi aspek kognitif, afektif dan evaluatif yang ditujukan kepada sistem politik secara umum. Atau, secara praktis, budaya politik merupakan seperangkat nilai-nilai yang menjadi dasar para aktor untuk menjalankan tindakan-tindakan dalam ranah politik.
Latar budaya politik beraneka ragam, antara lain terdiri atas: ras, etnik, adat, bahasa, agama dan lain sebagainya. Dengan keragaman latar budaya politik tersebut dimungkinkan muncul sengketa politik, yang umumnya berkisar pada kepentingan ekonomi, kekuasaan, dan masalah-masalah khusus misalnya hak-hak warga negara. Penyelesaian persengketaan sulit dilakukan apabila hanya mengakomodasi kepentingan salah satu kepentingan. Maka, diperlukan kesadaran dan partisipasi politik yang bijak untuk mengatasinya.



SOSIALISASI PENGEMBANGAN BUDAYA POLITIK

Pengertian Umum

Sosialisasi Politik, merupakan salah satu dari fungsi-fungsi input sistem politik yang berlaku di negara-negara manapun juga baik yang menganut sistem politik demokratis, otoriter, diktator dan sebagainya. Sosialisasi politik, merupakan proses pembentukan sikap dan orientasi politik pada anggota masyarakat.
Keterlaksanaan sosialisasi politik, sangat ditentukan oleh lingkungan sosial, ekonomi, dan kebudayaan di mana seseorang/individu berada. Selain itu, juga ditentukan oleh interaksi pengalaman -pengalaman serta kepribadian seseorang. Sosialsiasi politik, merupakan proses yang berlangsung lama dan rumit yang dihasilkan dari usaha saling mempengaruhi di antara kepribadian individu dengan pengalaman-pengalaman politik yang relevan yang memberi bentuk terhadap tingkah laku politiknya. Pengetahuan, nilai-nilai, dan sikap -sikap yang diperoleh seseorang itu membentuk satu layar persepsi, melalui mana individu menerima rangsangan-rangsangan politik. Tingkah laku politik seseorang berkembang secara berangsur-angsur.
Jadi, sosialisasi politik adalah proses dengan mana individu-individu dapat memperoleh pengetahuan, nilai-nilai, dan sikap-sikap terhadap sistem politik masyarakatnya. Peristiwa ini tidak menjamin bahwa masyarakat mengesahkan sistem politiknya, sekalipun hal ini mungkin bisa terjadi. Sebab hal ini bisa saja menyebabkan pengingkaran terhadap legitimasi.

Pengertian Menurut Para ahli

Berbagai pengertian atau batasan mengenai sosialisasi politik telah banyak dilakukan oleh para ilmuwan terkemuka. Sama halnya dengan pengertian-pengertian tentang budaya politik, sistem politik dan seterusnya, meskipun diantara para ahli politik terdapat perbedaan, namun pada umumnya tetap pada prinsip-prinsip dan koridor yang sama. Berikut ini akan dikemukana beberapa pengertian sosialisasi politik menurut para ahli.
  1. David F. Aberle, dalam “Culture and Socialization” > Sosialisasi politik adalah pola-pola mengenai aksi sosial, atau aspek-aspek tingkah laku, yang menanamkan pada individu-individu keterampilan-keterampilan (termasuk ilmu pengetahuan), motif-motif dan sikap-sikap yang perlu untuk menampilkan peranan-peranan yang sekarang atau yang tengah diantisipasikan (dan yang terus berkelanjutan) sepanjang kehidupan manusia normal, sejauh peranan-peranan baru masih harus terus dipelajari.
  2. Gabriel A. Almond > Sosialisasi politik menunjukkan pada proses dimana sikap-sikap politik dan pola-pola tingkah laku politik diperoleh atau dibentuk, dan juga merupakan sarana bagi suatu generasi untuk menyampaikan patokan-patokan politik dan keyakinan-keyakinan politik kepada generasi berikutnya.
  3. Irvin L. Child > Sosialisasi politik adalah segenap proses dengan mana individu, yang dilahirkan dengan banyak sekali jajaran potensi tingkah laku, dituntut untuk mengembangkan tingkah laku aktualnya yang dibatasi di dalam satu jajaran yang menjadi kebiasaannya dan bisa diterima olehnya sesuai dengan standar-standar dari kelompoknya.
  4. Richard E. Dawson dkk. > Sosialisasi politik dapat dipandang sebagai suatu pewarisan pengetahuan, nilai-nilai dan pandangan-pandangan politik dari orang tua, guru, dan sarana-sarana sosialisasi yang lainnya kepada warga negara baru dan mereka yang menginjak dewasa.
  5. S.N. Eisentadt, dalam From Generation to Ganeration > Sosialisasi politik adalah komunikasi dengan dan dipelajari oleh manusia lain, dengan siapa individu-individu yang secara bertahap memasuki beberapa jenis relasi-relasi umum. Oleh Mochtar Mas’oed disebut dengan transmisi kebudayaan.
  6. Denis Kavanagh > Sosialisasi politik merupakan suatu proses dimana seseorang mempelajari dan menumbuhkan pandangannya tentang politik.
  7. Alfian > Mengartikan pendidikan politik sebagai usaha sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat, sehingga mereka mengalami dan menghayati betul nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik yang ideal yang hendak dibangun. Hasil dari penghayatan itu akan melahirkan sikap dan perilaku politik baru yang mendukung sistem politik yang ideal tersebut, dan bersamaan dengan itu lahir pulalah kebudayaan politik baru. 
Dari pandangan Alfian, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yakni:
  • sosialisasi politik hendaknya dilihat sebagai suatu proses yang berjalan terus-menerus selama peserta itu hidup.
  • sosialisasi politik dapat berwujud transmisi yang berupa pengajaran secara langsung dengan melibatkan komunikasi informasi, nilai-nilai atau perasaan-perasaan mengenai politik secara tegas. Proses mana berlangsung dalam keluarga, sekolah, kelompok pergaulan, kelompok kerja, media massa, atau kontak politik langsung.
Dari sekian banyak definisi ini nampak mempunyai banyak kesamaan dalam mengetengah-kan beberapa segi penting sosialisasi politik, sebagai berikut:
  1. Sosialisasi secara fundamental merupakan proses hasil belajar, belajar dari pengalaman/ pola-pola aksi.
  2. memberikan indikasi umum hasil belajar tingkah laku individu dan kelompok dalam batas-batas yang luas, dan lebih khusus lagi, berkenaan pengetahuan atau informasi, motif-motif (nilai-nilai) dan sikap-sikap.
  3. sosialisasi itu tidak perlu dibatasi pada usia anak-anak dan remaja saja (walaupun periode ini paling penting), tetapi sosialisasi berlangsung sepanjang hidup.
  4. bahwa sosialisasi merupakan prakondisi yang diperlukan bagi aktivitas sosial, dan baik secara implisit maupun eksplisit memberikan penjelasan mengenai tingkah laku sosial.
Istilah-istilah seperti “menanamkan” dan sampai batas kecil tertentu “menuntun pada perkembangan”kedua-duanya cenderung mengaburkan segi penting dari sosialisasi. Maka Michael Oakeshott menyatakan; “Pendidikan politik dimulai dari keminkamtaan meminati tradisi dalam bentuk pengamatan dan peniruan terhadap tingkah laku orang tua kita, dan sedikit sekali atau bahkan tidak ada satupun di dunia ini yang tampak di depan mat akita tanpa memberikan kontribusi terhadapnya. Kita menyadari akan masa lampau dan masa yang akan datang, secepat kesadaran kita terhadap masa sekarang.”


Proses Sosialisasi Politik

Perkembangan sosiologi politik diawali pada masa kanak-kanak atau remaja. Hasil riset David Eastondan Robert Hess mengemukakan bahwa di Amerika Serikat, belajar politik dimulai pada usia tiga tahun dan menjadi mantap pada usia tujuh tahun. Tahap lebih awal dari belajar politik mencakup perkembangan dari ikatan-ikatan lingkungan,, seperti "keterikatan kepada sekolah-sekolah mereka", bahwa mereka berdiam di suatu daerah tertentu. Anak muda itu mempunyai kepercayaan pada keindahan negerinva, kebaikan serta kebersihan rakyatnya. Manifestasi ini diikuti oleh simbol-simbol otoritas umum, seperti agen polisi, presiden, dan bendera nasional. Pada usia sembilan dan sepuluh tahun timbul kesadaran akan konsep yang lebih abstrak, seperti pemberian suara, demokrasi, kebebasan sipil, dan peranan warga negara dalam sistem politik.
Peranan keluarga dalam sosialisasi politik sangat penting. Menurut Easton dan Hess, anak-anak mempunyai gambaran yang sama mengenai ayahnya dan presiden selama bertahun-tahun di sekolah awal. Keduanya dianggap sebagai tokoh kekuasaan. Easton dan Dennis mengutarakan ada 4 (empat) tahap dalam proses sosialisasi politik dari anak, yaitu sebagai berikut.
  1. Pengenalan otoritas melalui individu tertentu, seperti orang tua anak, presiden dan polisi.
  2. Perkembangan pembedaan antara otoritas internal dan yang ekternal, yaitu antara pejabat swasta dan pejabat pemerintah.
  3. Pengenalan mengenai institusi-institusi politik yang impersonal, seperti kongres (parlemen), mahkamah agung, dan pemungutan suara (pemilu).
  4. Perkembangan pembedaan antara institusi-institusi politik dan mereka yang terlibat dalam aktivitas yang diasosiasikan dengan institusi-institusi ini.
Sosialisasi politik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses dengan jalan mana orang belajar tentang politik dan mengembangkan orientasi pada politik. Adapun sarana alat yang dapat dijadikan sebagai perantara/sarana dalam sosialisasi politik, antara lain :
  • Keluarga (family) > Wadah penanaman (sosialisasi) nilai-nilai politik yang paling efisien dan efektif adalah di dalam keluarga. Di mulai dari keluarga inilah antara orang tua dengan anak, sering terjadi “obrolan” politik ringan tentang segala hal, sehingga tanpa disadari terjadi tranfer pengetahuan dan nilai-nilai politik tertentu yang diserap oleh si anak.
  • Sekolah > Di sekolah melalui pelajaran civics education (pendidikan kewarganegaraan), siswa dan gurunya saling bertukar informasi dan berinteraksi dalam membahas topik-topik tertentu yang mengandung nilai-nilai politik teoritis maupun praktis. Dengan demikian, siswa telah memperoleh pengetahuan awal tentang kehidupan berpolitik secara dini dan nilai-nilai politik yang benar dari sudut pandang akademis.
  • Partai Politik > Salah satu fungsi dari partai politik adalah dapat memainkan peran sebagai sosialisasi politik. Ini berarti partai politik tersebut setelah merekrut anggota kader maupun simpati-sannya secara periodik maupun pada saat kampanye, mampu menanamkan nilai-nilai dan norma-norma dari satu generasi ke generasi berikutnya. Partai politik harus mampu men-ciptakan “image” memperjuangkan kepentingan umum, agar mendapat dukungan luas dari masyarakat dan senantiasa dapat memenangkan pemilu.

Sosialisasi Politik dalam Masyarakat Berkembang

Masalah sentral sosiologi politik dalam masyarakat berkembang ialah menyangkut perubahan. Hal ini dilukiskan dengan jelas oleh contoh negara Turki, di mana satu usaha yang sistematis telah dilakukan untuk mempengaruhi maupun untuk mempermudah mencocokkan perubahan yang berlangsung sesudah Perang Dunia Pertama. Mustapha Kemal (Kemal Ataturk) berusaha untuk memodernisasi Turki, tidak hanya secara material, tetapi juga melalui proses-proses sosialisasi. Contoh yang sama dapat juga dilihat pada negara Ghana.
Menurut Robert Le Vine, terdapat 3 (tiga) faktor masalah penting dalam sosialisasi politik pada masyarakat berkembang, yaitu sebagai berikut :
  1. Pertumbuhan penduduk di negara-negara berkembang dapat melampaui kapasitas mereka untuk "memodernisasi" keluarga tradisonal lewat industrialisasi dan pendidikan.
  2. Sering terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai-nilai tradisional antara jenis-jenis kelamin, sehingga kaum wanita lebih erat terikat pada nilai tradisonal. Namun, si Ibu dapat memainkan satu peranan penting pada saat sosialisasi dini dari anak.
  3. Adalah mungkin pengaruh urbanisasi, yang selalu dianggap sebagai satu kekuatan perkasa untuk menumbangkan nilai-nilai tradisional. Paling sedikitnya secara parsial juga terimbangi oleh peralihan dari nilai-nilai ke dalam daerah-daerah perkotaan, khususnya dengan pembentukan komunitaskomunitas kesukuan dan etnis di daerah-daerah ini.

Sosialisasi Politik dan Perubahan

Sifat sosialisasi politik yang bervariasi menurut waktu serta yang selalu menyesuaikan dengan lingkungan yang memberinya kontribusi, berkaitan dengan sifat dari pemerintahan dan derajat serta sifat dari perubahan. Semakin stabil pemerintahan, semakin terperinci agensi-agensi utama dari sosialisasi politikSebaliknya, semakin besar derajat perubahan dalam satu pemerintahan non totaliter, akan semakin tersebarlah agensi-agensi utama dari sosialisasi politik. Semakin totaliter sifat perubahan politik, semakin kecil jumlah agensi-agensi utama dari sosialisasi politik itu.
Dalam The Civic Culture, Almond dan Verba mengemukakan hasil survei silang nasional (cross-national)mengenai kebudayaan politik. Penelitian mereka menyimpulkan bahwa masing-masing kelima negara yang ditelitinya, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Italia, dan Meksiko, mempunyai kebudayaan politik tersendiri. Amerika dan Inggris dicirikan oleh penerimaan secara umum terhadap sistem politik, oleh suatu tingkatan partisipasi politik yang cukup tinggi dan oleh satu perasaan yang meluas di kalangan para responden bahwa mereka dapat mempengaruhi peristiwa-peristiwa sampai pada satu taraf tertentu.
Suatu faktor kunci di dalam konsep kebudayaan politik adalah legitimasi, sejauh mana suatu sistem politik dapat diterima oleh masyarakat. Legitimasi itu dapat meluas sampai pada banyak aspek dari sistem politik atau dapat dibatasi dalam beberapa aspek. Seperti di Amerika Serikat, kebanyakan orang Amerika menerima lembaga presiden, kongres, dan MA, tetapi penggunaan hak-hak dari lembaga tersebut selalumendapat kritik dari masyarakat.


Sosialisasi Politik dan Komunikasi Politik

Sosialisasi politik, menurut Hyman merupakan suatu proses belajar yang kontinyu yang melibatkan baik belajar secara emosional (emotional learning) maupun indoktrinasi politik yang manifes (nyata) dan dimediai (sarana komunikasi) oleh segala partisipasi dan pengalaman si individu yang menjalaninya. Rumusan ini menunjukkan betapa besar peranan komunikasi politik dalam proses sosialisasi politik di tengah warga suatu masyarakat. Tidak salah jika dikemukakan bahwa segala aktivitas komunikasi politik berfungsi pula sebagai suatu proses sosialisasi bagi anggota masyarakat yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam aktivitas komunikasi politik tersebut.
Dalam suatu sistem politik negara, fungsi sosialisasi menunjukkan bahwa semua sistem politik cenderung berusaha mengekalkan kultur dan struktur mereka sepanjang waktu. Hal ini dilakukan terutama melalui cara pengaruh struktur-struktur primer dan sekunder yang dilalaui oleh anggota muda masyarakat dalam proses pendewasaan mereka. Menurut G. A. Almond, kata “terutama” sengaja digunakan karena dalam sosialisasi politik – seperti halnya belajar dalam pengertian yang umum – tidak berhenti pada titik pendewasaan itu sendiri, terlepas dari bagaimanapun batasannya pada masyarakat yang berbeda-beda.
Di dalam realitas kehidupan masyarakat, pola-pola sosialisasi politik juga mengalami perubahan seperti juga berubahnya struktur dan kultur politik. Perubahan-perubahan tersebut menyangkut pula soal perbedaan tingkat keterlibatan dan derajat perubahan dalam sub sistem masyarakat yang beraneka ragam.
Pada sisi lain, sosialisasi politik merupakan proses induksi ke dalam suatu kultur politik yang dimiliki oleh sistem politik yang dimaksud. Hasil akhir proses ini adalah seperangkat sikap mental, kognisi (pengetahuan), standar nilai-nilai dan perasaan-perasaan terhadap sistem politik dan aneka perannya serta peran yang berlaku. Hasil proses tersebut juga mencakup pengetahuan tentang nilai-nilai yang mempengaruhi, serta perasaan mengenai masukan tentang tuntutan dan claim terhadap sistem, danoutput otorotatif-nya.
Almond, mengatakan bahwa sosialisasi politik bisa bersifat nyata (manifes) dan bisa pula tidak nyata (laten).

Sosialisasi Politik Manifes Sosialisasi Politik Laten

Berlangsung dalam bentuk transmisi informasi, nilai-nilai atau perasaan terhadap peran, input dan output sistem politik. Dalam bentuk transmisi informasi, nilai-nilai atau perasaan terhadap peran, input dan output mengenai sistem sosial yang lain seperti keluarga yang mempengaruhi sikap terhadap peran, input dan output sistem politik yang analog (adanya persamaan).
Dalam suatu bangsa yang majemuk dan besar seperti Indonesia, India, Cina dan sebagainya, informasi yang diterima oleh aneka unsur masyarakat akan berlainan karena faktor geografis baik yang di kota maupun di desa. Pada sebagian besar negara berkembang, pengaruh media masa (radio, surat kabar dan televisi) di pedesaan sangat terbatas. Oleh karena itu, pengaruh struktur-struktur sosial tradisional dalam menterjemahkan informasi yang menjangkau wilayah tersebut amatlah besar. Heterogenitas informasi ini memperkuat perbedaan orientasi dan sikap (attitude) diantara kelompok-kelompok yang mengalami sosialisasi primer yang amat berbeda dari kelompok ataupun teman sebaya.
Berbeda dengan negara yang sudah maju seperti Amerika, Inggris, Jerman dan sebagainya arus informasi relatif homogen. Para elite politik pemerintahan mungkin mempunyai sumber-sumber informasi khusus melalui badan-badan birokrasi tertentu, surat kabar tertentu yang ditujukan pada kelompok kelas atau politik tertentu. Dengan demikian, semua kelompok masyarakat mempunyai akses ke suatu arus informasi dan media massa yang relatif homogen dan otonom sehingga hambatan-hambatan bahasa atau orientasi kultural sangat minim. Masyarakat dapat melakukan kontrol terhadap para elite politik dan sebaliknya kaum elite-pun dapat segera mengetahui tuntutan masyarakat dan konsekuensi dari segala macam tindakan pemerintah.


PERAN SERTA BUDAYA POLITIK PARTISIPAN

Pengertian Partisipasi Politik

Pembahasan tentang budaya politik tidak terlepas dari partisipasi politik warga negara. Partisipasi politik pada dasarnya merupakan bagian dari budaya politik, karena keberadaan struktur-struktur politik di dalam masyarakat, seperti partai politik, kelompok kepentingan, kelompok penekan dan media masa yang kritis dan aktif. Hal ini merupakan satu indikator adanya keterlibatan rakyat dalam kehidupan politik (partisipan).
Partisipasi Politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, seperti memilih pimpinan negara atau upaya-upaya mempengaruhi kebijakan pemerintah. Menurut Myron Weiner, terdapat lima penyebab timbulnya gerakan ke arah partisipasi lebih luas dalam proses politik, yaitu sebagai berikut :
  1. Modernisasi dalam segala bidang kehidupan yang menyebabkan masyarakat makin banyak menuntut untuk ikut dalam kekuasaan politik.
  2. Perubahan-perubahan struktur kelas sosial. Masalah siapa yang berhak berpartisipasi dan pembuatan keputusan politik menjadi penting dan mengakibatkan perubahan dalam pola partisipasi politik.
  3. Pengaruh kaum intelektual dan kemunikasi masa modern. Ide demokratisasi partisipasi telah menyebar ke bangsa-bangsa baru sebelum mereka mengembangkan modernisasi dan industrialisasi yang cukup matang.
  4. Konflik antar kelompok pemimpin politik, jika timbul konflik antar elite, maka yang dicari adalah dukungan rakyat. Terjadi perjuangan kelas menentang melawan kaum aristokrat yang menarik kaum buruh dan membantu memperluas hak pilih rakyat.
  5. Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam urusan sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Meluasnya ruang lingkup aktivitas pemerintah sering merangsang timbulnya tuntutan-tuntutan yang terorganisasi akan kesempatan untuk ikut serta dalam pembuatan keputusan politik.

Konsep Partisipasi Politik

Dalam ilmu politik, dikenal adanya konsep partisipasi politik untuk memberi gambaran apa dan bagaimana tentang partisipasi politik. Dalam perkembangannya, masalah partisipasi politik menjadi begitu penting, terutama saat mengemukanya tradisi pendekatan behavioral (perilaku) dan Post Behavioral (pasca tingkah laku). Kajian-kajian partisipasi politik terutama banyak dilakukan di negara-negara berkembang, yang pada umumnya kondisi partisipasi politiknya masih dalam tahap pertumbuhan.
Hal pertama yang harus dijawab berkenaan dengan kejelasan konsep partisipasi politik. Beberapa sarjana yang secara khusus berkecimpung dalam ilmu politik, merumuskan beberapa konsep partisipasi politik, yang disampaikan dalam tabel berikut :

Sarjana Konsep Indikator

Kevin R. Hardwick Partisipasi politik memberi perhatian pada cara-cara warga negara berinteraksi dengan pemerintah, warga negara berupaya menyampaikan kepentingan-kepentingan mereka terhadap pejabat-pejabat publik agar mampu mewujudkan kepentingan-kepentingan tersebut. • Terdapat interaksi antara warga negara dengan pemerintah
  • Terdapat usaha warga negara untuk mempengaruhi pejabat publik. Miriam Budiardjo Partisipasi politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, dengan jalan memilih pimpinan negara, dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah (public policy). • Berupa kegiatan individu atau kelompok
  • Bertujuan ikut aktif dalam ke-hidupan politik, memilih pim-pinan publik atau mempenga-ruhi kebijakan publik.Ramlan Surbakti Partisipasi politik ialah keikutsertaan warga negara biasa dalam menentukan segala keputusan menyangkut atau mempengaruhi hidupnya.Partisipasi politik berarti keikutsertaan warga negara biasa (yang tidak mempunyai kewenangan) dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik. Keikutsertaan warga negara dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan publik
  • Dilakukan oleh warga negara biasa. Michael Rush dan Philip Althoft Partisipasi politik adalah keterlibatan individu sampai pada bermacam-macam tingkatan di dalam sistem politik. • Berwujud keterlibatan individu dalam sistem politik
  • Memiliki tingkatan-tingkatan partisipasi.Huntington dan Nelson Partisipasi politik ... kegiatan warga negara preman (private citizen) yang bertujuan mempengaruhi pengambilan kebijakan oleh pemerintah. Berupa kegiatan bukan sikap-sikap dan kepercayaan
  • Memiliki tujuan mempengaruh kebijakan publik
  • Dilakukan oleh warga negara preman (biasa) . Herbert McClosky Partisipasi politik adalah kegiatan-kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa, dan secara langsung atau tidak langsung, dalam proses pembentukan kebijakan umum. 
  • Berupa kegiatan-kegiatan sukarela
  • Dilakukan oleh warga negara
  • Warga negara terlibat dalam proses-proses politik
Berdasarkan beberapa defenisi konseptual partisipasi politik yang dikemukakan beberapa sarjana ilmu politik tersebut, secara substansial menyatakan bahwa setiap partisipasi politik yang dilakukan termanifestasikan dalam kegiatan-kegiatan sukarela yang nyata dilakukan, atau tidak menekankan pada sikap-sikap. Kegiatan partisipasi politik dilakukan oleh warga negara preman atau masyarakat biasa, sehingga seolah-olah menutup kemungkinan bagi tindakan-tindakan serupa yang dilakukan oleh non-warga negara biasa.


ORIENTASI INDIVIDU DAN KOLEKTIF
Walter A Rosenbaum menyebutkan , budaya politik dapat di definisikan dalam dua cara . pertma , jika terkonsentrasi pada individu , budaya politik merupakan fokus psikologis . Artinya bagaimanacara – cara seseorang melihat sistem politik . Apa yang dia rasakan dan ia pikirtentang simbol , lembag dan aturan yang ada dalam tatanan politik dan bagaimana pula ia meresponnya .
Kedua , budaya politik merunjuk pada orientasi kolektif rakyat terhadap elemen – elemen dasar dalm sistem politiknya . Inilah yang disebut “ pendekatan sistem “ .


PENGERTIAN BUDAYA
Secara etimologis istilah kebudayaan berasal dari beberapa bahasa antara lain :
  1. Culture ( Inggris ) , artinya Budaya .
  2. Colore ( Latin ) , artinya Budaya .
  3. Akhlak ( Arab ) , artinya Peradaban atau Budi .
Kata kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu BUDDHAYA yang merupakan bentuk jamak dari KATA BUDDHI artinya akal selanjunya dikembangkan menjadi kata budidaya yang artinya kemampuan akal budi seseorang ataupun sekelompok orang .
Salah satu unsur kebudayaan yang bersifat universal adalah sistem kemasyarakatan yang didalamnya terdapat organisasi kekuasaan atau polotik . Kebudayan dimiliki untuk setiap masyarakat dan sellu berkembang dalam upaya memenuhi segala kebutuhan masyarakat .

PENGERTIAN POLITIK
Pada umumnya istilah politik dapat diartikan sebagai bermacam – macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses menentukan tujuan – tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan – tujuan itu .
Setiap masyarakat memiliki 7 unsur kebudayaan universal yaitu :
  • Sistem Religi
  • Sistem Kemasyarakatan
  • Sistem Pengetahuan
  • Sistem Bahasa
  • Sistem Kesenian
  • Sistem Mata Pencarian
  • Sistem Peralatan Hidup
Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat , beernegara , penyelenggaraan administrasi negara , politik pemerintah , hukum , adat istiadat dan norma kebiasaan yang diniyati untuk seluruh anggota masyarakat setiap harinya .



PENUTUP
Meskipun pengertian budaya politik masih kabur , namun berbagai pandangan yang muncul dari pakar politik memperlihatkan upaya untuk menguraikan soal pelik ini . Dari berbagai pendapat itu memang terlihat bahwa budaya politik terkait dengan sesuatu yang abstrak dalam kehidupan politik . Namun kehidupan yang abstrak itu memang ada dan kadang – kadang dalam praktek mendominasi proses politik .


DAFTAR PUSTAKA
Almond , Gabriel A . and G Bingham Powell, Jr .
Comparative Politics : A Developmental Approach . New Delhi , Oxford & IBH Publishing Co, 1976 .
Suryadinata , Leo , Golkar dan militer : Studi Tentang Budaya Politik . Jakarta : LP3ES 1992 .
Widjaya , Albert , Budaya Politik dan pembangunan Ekonomi . Jakarta : LP3ES , 1982 .
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia , Pokok – pokok pikiran sekitar penyelenggaraan pemilu 1987 : Laporan kedua , bagian 1 , Transformasi Budaya Politik . Jakarta : LIPI , 1987 .

2 komentar :

Poskan Komentar