romadhon-byar

Hal kecil pun bisa menjadi Ilmu.

Makalah Percobaan IPA Biologi

2 komentar
Biologi
Biologi
Kita sering memperhatikan konfirmasi nilai gizi di dalam suatu minuman kemasan . Tetapi belum tentu , nilai gizi yang terkandung sama persis dengan rasa yang ada di dalam minuman tersebut .

Untuk mengetahui apakah benar nilai gizi / vitamin di dalam minuman kemasan mengandung , vitamin / gizi yang sama persis dengan rasa buah yang terdapat di kemasan minuman itu . Maka lakukannlah percobaan uji vitamin dengan melakukan percobaan itu , kita dapat mengetahui vitamin yang terkandung di dalam minuman kemasan .



Rumus masalah : Apakah benar minuman berkemasan ( marimas ) mengandung vitamin C ?
Hipotesis : Mengandung 0,1 % vitamin C
Tujuan : Untuk mengetahui seberapa besar kandungan vitamin C di dalam minuman kemasan (marimas)


Metode
Alat & bahan :

  1. Buah jeruk 
  2. Minuman kemasan rasa jeruk ( marimas )
  3. Gelas ukur
  4. Pipet
  5. Aquadest
  6. Tabung reaksi
  7. Pembakaran spirtus
  8. Amilum iodida
1.Cara kerja :

Pertama membuat dahulu larutan vitamin C 0,1 %
Larutkan minuman kemasan vitamin C ke dalam aquadest
Aduk sampai rata , siapkan pipet tetes yang khusus untuk mengambil larutan ini

2. Menentukan volume tetes pipet

Mengambil gelas ukur
Meneteskan larutan vitamin C ke dalam gelas ukur sampai mencapai garis 1 ml & menghitung banyak tetesnya
Jadi 1 tetes volumenya : 1,3 ml

3. Uji vitamin C

Mengisi 2 buah tabung reaksi dengan 1 ml sari buah jeruk & larutan minuman kemasan dan memberi lebel pada tabung sari buah jeruk ( A ) , minuman kemasan ( B ).
Meneteskan larutan amilum iodida sebannyak 3 tetes pada tiap – tiap tabung reaksi yang sudah di isi sari jeruk ( A ) dan menuman kemasan ( B ).
Didihkan larutan sari buah dan minuman kemasan dengan cara pembakaran spirtus . Tunggu sampai berubah warna .


Hasil

Hasil uji minuman kemasan ( marimas ) dengan buah jeruk :

Dari percobaan larutan marimas dengan buah jeruk dapat di ketahui perbedaannya :

Larutan minuman marimas di dalam tabung reaksi di campur amilum iodida sebanyak 3 tetes , berubah warna menjadi coklat yang semula berwarna orange pekat setelah di panaskan dengan menggunakan pembakaran spirtus .


Sari buah jeruk didalam tabung reaksi di campur amilum iodida sebanyak 3 tetes , berubah warna menjadi orange kehijau – hijauan yang semula berwarna orange kekuning – kuningan setelah di panaskan dengan menggunakan pembakaran spirtus .

Pada saat larutan minuman marimas & sari buah jeruk didihkan bersama dengan menggunakan pembakaran spirtus , dapat terlihat jelas bahwa larutan minuman marimas tetap berwarna coklat , sedangkan sari buah jeruk berubah menjadi warna kuning pucat .


Pembahasan

Terkait dengan pembelajaran kerja ilmiah ini kami dapat belajar & melakukan percobaan sendiri sehingga kami dapat mengetahui hasil percobaan yang kami lakukan . Permasalahan yang kami ajukan dalam percobaan ini adalah “Apakah benar minuman kemasan ( marimas ) rasa jeruk mengandung vitamin C ?” .

Dan kami mengajukan hipotesisnya yaitu “Minuman kemasan ( marimas ) rasa jeruk mengandung 0.1% vitamin C “.

Mengapa kami melakukan percobaan pada minuman kemasan ( marimas ) ? jawabannya , karena kami ingin tahu benar tentang minuman kemasan ( marimas ) itu banyak mengandung vitamin atau tidak .

Dan juga kami dapat menyimpulkan bahwa , apabila ada seseorang yang ingin tahu benar atau tidak minuman – minuman kemasan itu mengandung vitamin sesuai dengan rasa yang tercantum pada lebel , maka lakukanlah percobaan uji vitamin .


Penutup
Kesimpulan
Di dalam percobaan yang kami lakukan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa :

Minuman kemasan ( marimas ) ternyata hanya mengandung vitamin C 0.1%
Dengan melakukan suatu percobaan uji vitamin dapat di ketahui minuman berkemasan ada yang mengandung vitamin dan ada juga yang tidak mengandung vitamin .

Saran
Kami menyarankan kepada para pembaca untuk tidak meminum – minuman kemasan karena hanya 0.1% vitamin yang ditawarkan pada labelnya . Dan kemungkinan juga banyak mengandung bahan pengawet , pemanis , dan pewarna buatan . Karena tidak baik dan tidak sehat untuk tubuh .


DAFTAR PUSTAKA
Aryulina , Diah . dkk . 2007 . Biologi 1 . erlangga . Jakarta
Sabariah , ike . 2000 . Biologi 2 . Jakarta 0

2 komentar :

Poskan Komentar

Contoh Khotbah tentang menjaga Kebersihan

Tidak ada komentar
Contoh Khotbah Jumat tentang menjaga Kebersihan
Contoh Khotbah Jumat tentang menjaga Kebersihan

Khotbah pertama

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﷲ ﺃﻟﺬﻯ ﺃﻋﻈﻢ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺎﺩﻩ ﺃﻟﻤﻨﺔ ، ﺑﻤﺎﺩ ﻓﻊ ﻋﻨﻬﻢ ﻛﻴﺪ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻭﻓﻨﻪ ، وﺭﺩ ﺍﻣﻠﻪ ﻭ ﺧﻴﺐ ﻇﻨﻪ ، و ﻓﺘﺢ ﻟﻬﻢ ﺍﺑﻮ ﺍﺏ ﺍﻟﺤﻨﺔ ٠ﺃﺷﻬﺪ ﺍﻥ ﻷ ﺇﻟﻪ ﺇﻷ ﷲ ﻭﺣﺪﻩ ﻷﺷﺮ ﻳﻚ ﻟﻪ ، ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﳏﻤﺪ ﺍﻋﺑﺪﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ، ﻭأﺻﻠﻰ ﻭﺃﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪ ﺍﻟﻤﺮ ﺳﻠﻴﻦ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪﷲ ، وﻋﻠﻰ ﺃﻟﻪ ﻭﺍﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﺃﻟﺘﺎﺑﻌﻴﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺍﺗﻘﻮﺍﻗﺮﺑﻪ ﺇﻟﻰﻳﻮ ﻡﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ، أﻣﺎ ﺑﻌﺪ ؛ ﻧﻴﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺤﺎ ﺿﺮﻭﻥ ﺃﻭﺻﻴﻜﻢ ﻭﺇﻳﺎﻱ ﺑﺘﻘﻮﻯ ﷲﻓﻰ ﺍﻟﺴﺮ ﻭﺍﻟﻌﻸﻧﻴﺔ ۰ﺃﻋﻮ ﺫﺑﺎ ﷲﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺍﻟﺮﺟﻴﻢ ؛ﻭﻫﻮﺍﻟﺬﻰ ﺍﺭﺳﻞ ﺍﻟﺮﻳﺄ ﺡﺑﺸﺮ ﺍﺑﻴﻦﻳﺪﻱ ﺭﺣﻤﺘﻪ ، ﻭﺃﻧﺰ ﻟﻨﺎﻣﻦ ﺍﻟﺴﻤﺂﺀ ﻣﺂﺀ ﻃﻬﻮﺭ ﺍﻟﻨﺤﻴﻲ ﺑﻪ ، ﺑﻠﺪﺓ ﻣﻴﺘﺎ ﻭﻧﺴﻘﻴﻪ ﻣﻤﺎ ﺧﻠﻘﻨﺎ ﺍﻧﻌﺎﻣﺎ ﻭﺍﻧﺎﺳﻲ ﻛﺜﻴﺮﺍ

“ Jamaah jumat rahimakumullah “
Semoga Allah senantiasa merahmati kita sekalian . Dari sebuah kenikmatan yang dianugrahkan kepada kita itu , ada kemudian kenikmatan yang paling agung , yaitu hidayah iman dan Islam , sebab tanpa keduanya , seluruh rizki dan kenikmatan pada akhirnya hanyalah bencana . Iman dan Islam itu menuntut umat manusia untuk senantiasa bersih , menjaga kebersihan bahkan mendidik ikhlas dan thaharah , serta ihsan .

Akhlak yang di contohkan Rosulillah , akhlak yang agung . Dipuji oleh Allah SWT sepanjang masa yang di hadapannya segenap makhluk yang tunduk padanya . Kalam Allah dalam al-quran itulah akhlaq rosulullah SAW . Demikian diriwayatkan oleh Ummul mukminin’Aisyah radhiallahu anha :

ﺍﺗﻘﺮﺍ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؟... ﻛﺎﻥﺧﻠﻘﻪ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﴿ﻣﺴﻠﻢ٧٤٦،ﺍﺣﻤﺪ؛١٦﴾
Artinya : tidaklah anda membaca al-quran ? akhlaq beliau adalah al-quran .

“ Jamaah jumiah A’azza kumullah “
Dengan al-quran kalam Allah itulah Rosulullah SAW memimpin , mencontohkan , membimbing , memperagakan , membuktikan , dan mendidik secara langsung sepanjang hidupnya dengan akhlaq yang paling bersih , paling tulus kehadirat Allah dan paling indah mengagumkan dan menjadi pedoman yang kokoh bagi kehidupan umat sepanjang zaman . berikut firman Allah SWT :
AR

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah . (al-ahzab : 21 ) .

Keteladanan sebagai pemimpin , sebagai warga , sebagai anggota umat , sebagai apapun , di dalam beragam , beraqidah , beribadah , berakhlaq maupun bermuamalah . Keteladanan beliau yang indah dan bersih itu . Dengan siapapun , kepada apapun , orang beriman selalu menebarkan rahmat , kebaikan dan manfaat , dengan bersih , murni dan indah . Mereka selalu siap menolong agama Allah :

الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
Artinya : (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. ( al-hajj : 41 ) .

Mereka selalu menjauhkan diri dari perbuatan merusak , merugikan atau bencana , sebab itu larangan keras . Allah berfirman :

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ۚ ذَ‌ٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Artinya : dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman" . (al-a’raaf : 85).

“ Jamaah rohimakumullah “
Tanggung jawab mengemban amanah kekholifahan adalah juga menuntun orang beriman untuk menjaga kebersihan , kelestarian dan manfaat lingkungan dan alam sekitarnza , demi kemakmuran bukan kerusakan atau pengrusakan . Mereka aktif melaksanakan kebersihan lingkungan , reboisasi , penghijauan dan peningkatan produktifitas alam dengan eksplorasi zang wajar dan bertanggung jawab .

“ Jamaah rohimakumullah “
Akhirnza semoga Allah menguatkan pohon iman kita dengan membuahkan amal – amal sholeh yang dapat mewujudkan lingkungan yang bersih tanpa tercemari , udara yang sehat dan segar sebagai buah Pohon Rahmat iman dan Islam kita , Amin za rabbal alamin .

ﺍﻗﻮﻝﻗﻮﻟﻲ ﻫﺪ ١ﻭﺃﺳﺘﻐﻔﺮ ﷲﻳﺎﺭﻙﷲﻟﻲ ﻭﻟﻜﻢﻓﻲ ﺍﻟﻗﺮﺁﻥ ﺍﻟﻌﻆﻴﻢ ﻭﻧﻔﻌﻨﻲ ﻭﺇﻳﺎﻛﻢﺑﻤﺎﻓﻴﻪ ﻣﻦﺍﻵﻳﺎﺕ ﻭﺍﻟﺪﻛﺮﺍﻟﺤﻜﻴﻢ ﺇﻧﻪ ﻫﻭ ﺍﻟﻐﻔﻮﺭﺍﻟﺮﺣﻴﻢ ﻟﻲ ﻭﻟﻜﻢ ﻭﻟﺴﺎﻓﺮ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣﻦ ﻛﻞ ﺫﻧﺐ ﻓﺎ ﺳﺘﻐﻔﺮ ﻭﻩ

Khotbah Kedua

ﺃﻥﺃﻟﺤﻤﺪ ﷲ ﺭﺏ ﺃﻟﻌﺄﻟﻤﻴﻦ ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥﻷﺇﻟﻪﺇﻷﷲ ﻭﻟﻲ ﺃﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﳏﻤﺪﹰ ﺧﺎﺗﻢ ﺍﻷ ﻧﺒﻴﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﺮ ﺳﻠﻴﻦ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻭﺑﺎﺭكﻋﻠﻲ ﳏﻤﺪ ﻭﻋﻠﻲ ﻡﻭﻋﻠﻲ ﺁﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺇﻧﻚ ﺣﻤﻴﺪ ﻣﺠﻴﺪ

“ Jamaah rohimakumullah “
Telah dijelaskan tadi bahwa kita harus menjaga dan memanfaatkan nikmat dan karunianza itu dengan sebaik – baiknya , dan janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi sesudah Allah memperbaikinya , yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul – betul kamu orang beriman .
Dari potongan bacaan Al-quran surat al-araaf ayat 85 kita dapat menarik kesimpulan bahwa kita di tuntut oleh Allah menjaga dan melestarikan alam yang ada dimuka bumi dan janganlah kita merusaknya .

ﺑﺎﺭﻙ ﺍﷲﻟﻲ ﻭﻟﻜﻢ ﺍﻟﻘﺮﺃﻥ ﺍﻟﻌﻆﻴﻢ ، ﻭﻧﻔﻌﻨﻰﺭﺇﻳﺎ ﻛﻢ ﺑﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻷ ﻳﺎﺕ ﻭﺍﻟﺬ ﻛﺮ ﺍﻟﺤﻜﻴﻢ ﻭﺗﻘﻴﻞ ﻣﻨﻰ ﻭﻣﻨﻜﻢ ﺗﻸ ﻭﺗﻪ ﺇﻧﻪ ﻫﻮ ﺍﻟﺳﻤﻴﻊ ﺍﻟﻌﻠﻴﻢ ، أﻗﻮﻝﻗﻮﻟﻰ ﻫﺬﺍ ﻭﺍ ﺳﺘﻐﻔﺮﷲ ﻟﻰ ﻭﻟﻜﻢ ﻭﻟﺴﺂ ﺋﺮ ﺍﳌﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﺎﺕ ﻭﺍﻟﻤﻮ ﻣﻨﻴﻦ ﻭﺍﻟﻤﻮ ﻣﻨﺎﺕﺇﻧﻪ ﻫﻮﺍﻟﻐﻔﻮﺭﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Pramuka Bhayangkara Bab II

Tidak ada komentar
lambang gerakan Pramuka
lambang gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka Indonesia

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya.

"Pramuka" merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Sedangkan yang dimaksud "kepramukaan" adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.



Sifat

Lambang Pramuka Indonesia yaitu tunas kelapa yang dijahitkan di kerah kiri baju pramuka (untuk wanita). Lambang Pramuka Internasional yang dijahitkan di kerah kanan baju pramuka (untuk wanita). Bagi pria, tunas kelapa berada di kantung sebelah kiri, sedangkan Lambang Pramuka Internasional dijahitkan pada sebelah kanan kemeja. Emblem lokasi wilayah Gerakan Pramuka (berdasarkan provinsi) dijahitkan di lengan kanan baju Pramuka.

Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :

  1. Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. 
  2. Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.
  3. Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan pendidikannya selalu menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepanduan.

Fungsi

Dengan landasan uraian di atas, maka kepramukaan mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda > Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan kegiatan yang hanya bersifat hiburan saja. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik. 
  2. Pengabdian bagi orang dewasa > Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi. 
  3. Alat bagi masyarakat dan organisasi > Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Jadi kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya.


Tujuan

Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia dengan tujuan agar;

  1. anggotanya menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya. 
  2. anggotanya menjadi manusia yang tinggi kecerdasan dan keterampilannya. 
  3. anggotanya menjadi manusia yang kuat dan sehat fisiknya. 
  4. anggotanya menjadi manusia yang menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; sehingga menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.
Tujuan tersebut merupakan cita-cita Gerakan Pramuka. Karena itu semua kegiatan yang dilakukan oleh semua unsur dalam Gerakan Pramuka harus mengarah pada pencapaian tujuan tersebut.




Tugas Pokok

Tugas pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia, menuju ke tujuan Gerakan Pramuka, sehingga dapat membentuk tenaga kader pembangunan yang berjiwa Pancasila dan sanggup serta mampu menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut Gerakan Pramuka selalu memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya.

Karena kepramukaan bersifat nasional, maka gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka disesuaikan dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional bangsa Indonesia ini tercantum dalam Garis Besar Haluan Negara, yang merupakan Ketetapan MPR. Gerakan Pramuka dalam ikut membantu pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti kebijakan Pemerintah dan segala peraturan perundang-undangannya.

Gerakan Pramuka hidup dan bergerak di tengah masyarakat dan berusaha membentuk tenaga kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Karenanya Gerakan Pramuka harus memperhatikan pula keadaan, kemampuan, adat dan harapan masyarakat, termasuk orang tua anggota Pramuka, sehingga Gerakan Pramuka terutama pada satuan-satuannya dapat menyiapkan tenaga Pramuka sesuai dengan apa yang diharapkan orang tua anggotanya dan masyarakat di lingkungannya.




Kelompok umur dan tingkatan


Tingkatan  Umur Pramuka
Tingkatan  Umur

Kelompok umur adalah sebuah tingkatan dalam kepramukaan yang ditentukan oleh umur anggotanya.

Kelompok dibagi menjadi 4 :

  1. Kelompok umur 7-10 tahun disebut dengan Pramuka Siaga 
  2. Kelompok umur 11-15 tahun disebut dengan Pramuka Penggalang
  3. Kelompok umur 16-20 tahun disebut dengan Pramuka Penegak
  4. Kelompok umur 21 - 25 tahun disebut dengan Pramuka Pandega
Ada juga Kelompok Khusus, yaitu Kelompok yang ditujukan untuk orang yang memiliki kedudukan dalam kepramukaan. Misalnya Pramuka Pembina, adalah sebutan untuk orang dewasa yang memimpin Pramuka. Dan Pramuka Andalan, adalah anggota Pramuka yang mengambil bagian dalam keanggotaan Kwartir dalam Pramuka. Contoh lainnya adalah Pelatih, Pamong Saka, Staff Kwartir dan Majelis Pembimbing.




Tingkatan

Tingkatan dalam kepramukaan adalah sebuah tingkatan yang ditentukan oleh kemampuan anggotanya, kemampuan itu disebut dengan Syarat-syarat Kecakapan Umum atau SKU. Untuk Pramuka siaga dan penggalang, masing-masing Kelompok umur memiliki tiga Tingkatan. Untuk Penegak memiliki dua tingkatan. Sedangkan Pramuka Pandega hanya satu tingkatan.

  1. Tingkatan Pramuka Siaga : Siaga Mula, Siaga Bantu, Siaga Tata. 
  2. Tingkatan Pramuka Penggalang : Penggalang Ramu, Penggalang Rakit, Penggalang Terap
  3. Tingkatan Pramuka Penegak : Penegak Bantara, Penegak Laksana
Ada juga sebuah tingkatan khusus yang disebut dengan Pramuka Garuda, yaitu tingkatan tertinggi dalam setiap kelompok umur dalam kepramukaan.


Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan

Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan merupakan prinsip yang digunakan dalam pendidikan kepramukaan, yang membedakannya dengan gerakan pendidikan lainnya.

[Baden-Powell] sebagai penemu sistem pendidikan kepramukaan telah menyusun prinsip-prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan, lalu menggunakannya untuk membina generasi muda melalui pendidikan kepramukaan. Beberapa prinsip itu didasarkan pada kegiatan anak atau remaja sehari-hari. Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan itu harus diterapkan secara menyeluruh. Bila sebagian dari prinsip itu dihilangkan, maka organisasi itu bukan lagi gerakan pendidikan kepramukaan.

Dalam ''Anggaran dasar Gerakan Pramuka'' dinyatakan bahwa Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan bertumpu pada:

  1. Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; 
  2. Kepedulian terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;
  3. Kepedulian terhadap diri pribadinya;
  4. Ketaatan kepada Kode Kehormatan Pramuka.


Prinsip dasar

Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma sosial hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya dengan dibantu oleh pembina, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggung jawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.




Metode Kepramukaan
Metode Kepramukaan merupakan cara belajar [[progresif]] melalui :

  1. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka; 
  2. Belajar sambil melakukan;
  3. Sistem berkelompok;
Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan

Perkembangan rohani dan jasmani pesertadidik :

  1. Kegiatan di alam terbuka; 
  2. Sistem tanda kecakapan;
  3. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;
  4. Sistem among.
Metode Kepramukaan pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan. Metode Kepramukaan juga digunakan sebagai sebagai suatu sistem yang terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.


 

Kode Kehormatan
Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.


Satya

Satya adalah :

  1. Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan; 
  2. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji;
  3. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, intelektualitas, emosi, sosial dan spiritual, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.
Satya dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwisatya dan Trisatya"


Dwisatya

Dwisatya Pramuka Siaga

Dwisatya adalah satya yang digunakan khusus untuk Pramuka Siaga. selengkapnya berbunyi sebagai berikut:

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

  1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga. 
  2. Setiap hari berbuat kebajikan


Trisatya

Trisatya merupakan janji dan tiga kode moral yang digunakan dalam Gerakan Pramuka. Disebut trisatya karena mengandung tiga butir utama yang menjadi panutan setiap Pramuka.

Setiap kali Pramuka akan dilantik menuju tingkatan yang lebih tinggi atau dilantik untuk acara lainnya, diwajibkan melaksanakan upacara ucap ulang janji yang berupa pembacaan trisatya di depan sang saka merah putih. Kode Moral Trisatya digunakan oleh pramuka golongan penggalang, penegak dan pandega.

Trisatya dibagi dua, Trisatya untuk Penggalang dan Trisatya untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa.


Trisatya untuk penggalang selengkapnya berbunyi sebagai berikut:


Trisatya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

  1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila. 
  2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat menepati Dasadharma.

Trisatya untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa selengkapnya berbunyi sebagai berikut:


Trisatya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

  1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila. 
  2. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat menepati Dasadarma.


Dharma

Dharma adalah :

  1. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. 
  2. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong pesertadidik menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota.
  3. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong;
  4. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.


Dharma dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwidharma dan Dasadharma"

Dwidharma

Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut :


Dwidarma Pramuka Siaga

  1. Siaga berbakti kepada ayah bundanya. 
  2. Siaga berani dan tidak putus asa.
Dasadharma
Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut:

Dasadharma
Pramuka itu:

  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, terampil, dan gembira.
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani, dan setia.
  9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan


Kegiatan

Kegiatan pembinaan peserta didik dalam Gerakan Pramuka harus menggunakan semua Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan tersebut.

Pelaksanaan penggunaannya harus disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar dapat dijamin bahwa pendidikan itu akan menghasilkan manusia, warga negara dan anggota masyarakat yang sesuai dan memenuhi keadaan dan kebutuhan bangsa dan masyarakat Indonesia.

Usaha Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuannya itu harus mengarah pada pengembangan dan pembinaan watak, mental, jasmani dan rohani, bakat, pengetahuan, pengalaman dan kecakapan pramuka, melalui kegiatan yang dilakukan dengan praktek secara praktis, dengan menggunakan Sistem Among dan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.



Tanda Pengenal

Macam-macam Tanda Pengenal

Tanda Umum

Dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang sudah dilantik, baik putra maupun putri.
Macamnya: - Tanda tutup kepala, - setangan / pita leher, - tanda pelantikan, - tanda harian, - tanda WOSM.


Tanda Satuan

Menunjukkan Satuan / Kwartir tertentu, tempat seorang anggota Gerakan Pramuka bergabung.

Macamnya: - Tanda barung / regu / sangga, - gugus depan, - kwartir, - Mabi, - krida, - saka, - Lencana daerah, - satuan dan lain-lain.


Tanda Jabatan

Menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seorang anggota Gerakan Pramuka dalam lingkungan organisasi Gerakan Pramuka.

Macamnya: - Tanda pemimpin / wakil pemimpin barung / regu / sangga, - sulung, pratama, pradana, - pemimpin / wakil krida / saka, - Dewan Kerja, Pembina, Pembantu Pembina, Pelatih, Andalan, Pembimbing, Pamong Saka, Dewan Saka dan lain-lain.


Tanda Kecakapan
Menunjukkan kecakapan, ketrampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap, tingkat usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai golongan usianya.

Macamnya: - Tanda kecakapan umum / khusus, - pramuka garuda dan tanda keahlian lain bagi orang dewasa.


Tanda Kehormatan

Menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada seseorang atas jasa, darma baktinya dan lain-lain yang cukup bermutu dan bermanfaat bagi Gerakan Pramuka, kepramukaan, masyarakat, bangsa, negara dan umat manusia.

Macamnya: - Peserta didik: Tiska, tigor, bintang tahunan, bintang wiratama, bintang teladan. - Orang dewasa: Pancawarsa, Darma Bakti, Wiratama, Melati, Tunas Kencana.


Tanda Jasa
Sistem Among

Sistem among adalah sistem pendidikan yang dilaksanakan dengan cara memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk dapat bergerak dan bertindak dengan leluasa dengan sejauh mungkin menghindari unsur-unsur perintah, keharusan, paksaan, sepanjang tidak merugikan, baik bagi diri peserta didik maupun bagi masyarakat sekitarnya, dengan maksud untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa percaya diri sendiri, kreativitas dan oto-aktivitas sesuai dengan aspirasi peserta didik.


Sistem Tanda Kecakapan

Tanda kecakapan adalah salah satu alat bagi Gerakan Pramuka untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai oleh Gerakan Pramuka.

Sistem tanda kecakapan merupakan suatu cara yang ditata dan suatu cara menggunakan tanda-tanda untuk menandai dan mengakui kecakapan-kecakapan, baik yang bersifat teknis (praktis) maupun yang bersifat mental/spirituil, yang dimiliki oleh anggota yang memakai tanda-tanda itu.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar