Selasa, 15 Februari 2011

Contoh Dialog Pengadilan Agama

Contoh Dialog Pengadilan Agama - Perceraian
Perceraian
Ada sebuah keluarga kecil . Keluarga itu tidak pernah rukun . Karena sang suami selalu melakukan kekerasan dalam rumah tangga . Sang istri sudah tidak kuat dengan perlakuan sang suami . Dan akhirnya sang istri memutuskan untuk bercerai dengan suaminya. Kemudian sang istri mengajukan gugatannya untuk bercerai ke Pengadilan Agama Jakarta Timur. Dan gugatan tersebut diterima oleh Pengadilan Agama , lalu diadakan sidang perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Timur. Di sebuah Pengadilan Agama Jakarta Timur sedang berlangsungnya perceraian dengan kasus KDRT.

Hakim                : Hadirin , Sidang pada hari ini tanggal ………… dibuka ( Tok… Tok… Tok… sambil mengetuk palu ) .Kepada penggugat benarkah anda ingin bercerai?
Penggugat          : Ya , benar saya sudah tidak tahan lagi dengan sikapnya selam ini terhadap saya.
Hakim                : Anda benar – benar yakin atas semua keputusan anda sekarang ?
Penggugat          : ya saya benar – benar yakin .
Hakim                : Apakah anda tidak berniat untuk rujuk ?
Penggugt            : Tidak sama sekali .
Hakim                : Kepada yang tergugat , apakah anda setuju dengan keputusan si penggugat?
Tergugat             : Saya tidak setuju !!!
Hakim                : Apa alasan anda ?
Tergugat             : Alasannya, saya tidak merasa melakukan itu kepadanya.
Pengacara 1       : Maaf, Ketua Hakim ,. Tetapi sudah ada bukti – bukti yang sangat jelas dan nyata bahwa tergugat telah melkukan kekerasan terhadap penggugat.
Hakim                : Bisa anda tunjukkan bukti – bukti yang anda maksudkan ?
Pengacra 1         : Terdapat luka – luka memar yang ada di sekujur tubuh penggugat .
Pengacar 2         : Maaf ketua hakim saya mengelak dengan bukti – bukti tersebut sebab bukti tersebut bisa saja di buat – buat .
Pengacar 1         : Bukti – bukti ini sangat real dengan pernyataan saya tadi . Silakan ketua hakim bertannya kepada saksi untuk memperkuat bukti saya ?
Hakim                : Baik, kepada saksi “ Apakah anda benar melihat kejadian tersebut?
Saksi 1               : Iya , saya melihat kejadian itu , pada saat Ayah sedang emosi dan juga memukuli ibu.
Pengacara 2       : Maaf ketua hakim saya mengelak lagi . Saksi yang dihadirkan penggugt tidak kuat karena saksi tersebut masih dibawah umur dan masih mudah di pengaruhi .
Pengacara 1        : Maaf yang terhormat ketua hakim . saya berani menjamin bahwa yang di ucapkan saksi tersebut itu semua benar .
Pengacara 2        : Maaf yng terhormat…
Hakim                 : ( Mengetuk palu tok … tok … tok … ) cukup – cukup .
Kepada penggugat apakah anda mempunyai saksi selain saksi pertama ?
Pengacara 2        : Ada ketua Hakim . yaitu yang terhormat pembantu rumah tangga mereka.
Hakim                 : Kepada saudari saksi di persilakn memberikan keterangan yang sebenar – benarnya .
Saksi 2                : Assalamualaikum … say bersumpah atas nm allah yang menciptakan bumi dan langit .

Bahwa yang saya ucapkan benar adanya . Yaitu , pada saat saya selesai sholat magrib , saya mendengar ibu menjerit di ruang tengah . Alhasil saya langsung lari dan saya mendapati ibu sedang terjatuh di lantai dengan pipi berdarah . Sedangkan Bapak membawa paksa si kecil salsabila putri mereka.

Hakim                 : Saudara tergugat , apa benar yang di katakana saksi 2?
Tergugat              : Ya , benar ketua hakim . saya benar – benar sangat menyesal sekali dengan sikap ku kepadanya selama ini . Sebenarnya saya tidak menginginkan kejadin ini terjadi .Tetapi kalau ini memang jalan yang terbaik buat kami saya setuju saja untuk bercerai dengannya.
Hakim                 : Hakim memutuskan bahwa permohonan penggugat untuk bercerai dengan suaminya terkabul . ( mengetuk palu tok … tok… tok… ) siding hari ini di tutup ( mengetuk palu tok … tok… tok… )

Tokohnya
Hakim Ketua : Toni
Anggota Hakim : A.romadhon , Andriyani.O , M. Phijar
Penggugat : Nadira
Tergugat : M. Amirudin
Pengacara 1 : Rosiana
Pengacra 2 : Cicih
Saksi 1 : Siti Muftikah
Saksi 2 : Farhana

Tugas Fiqih
MAN 6 Jakarta
Baca selengkapnya