Jumat, 18 Maret 2011

Sistem Pencernaan Pada Manusia

  2 komentar
Pencernaan Pada Manusia - Sistem Pencernaan Pada Manusia
Pencernaan Pada Manusia

DEFINISI SISTEM PENCERNAAN

SISTEM PENCERNAAN (mulai dari mulut sampai anus) berfungsi sebagai berikut:
  1. Menerima makanan
  2. Memecah makanan menjadi zat-zat gizi (suatu proses yang disebut pencernaan)
  3. Menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah
  4. Membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh.
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus.Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.

MULUT
  1. Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan dan sistem pernafasan. Bagian dalamdari mulut dilapisi oleh selaput lendir.
  2. Saluran dari kelenjar liur di pipi, dibawah lidah dan dibawah rahang mengalirkan isinya ke dalam mulut. Di dasar mulut terdapat lidah, yang berfungsi untuk merasakan dan mencampur makanan.
  3. Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah. Pengecapan relatif sederhana, terdiri dari manis, asam, asin dan pahit.

KERONGKONGAN
  1. Kerongkongan (ESOFAGUS) merupakan saluran berotot yang berdinding tipis dan dilapisi oleh selaput lendir. Kerongkongan menghubungkan tenggorokan dengan lambung. Makanan didorong melalui kerongkongan bukan oleh gaya tarik bumi, tetapi oleh gelombang kontraksi dan relaksasi otot ritmik yang disebut dengan peristaltik.

LAMBUNG
  1. Lambung merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai, terdiri dari 3 bagian yaitu kardia, fundus dan antrum.
  2. Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cincin (sfingter), yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, sfingter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan.

FUNGSI LAMBUNG

1. Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi secara ritmik untuk mencampur makanan dengan enzim-enzim. Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat penting:
  •  Lendir
  • asam klorida
  • prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein).
2. Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung dan enzim.
3. Setiap kelainan pada lapisan lendir ini (apakah karena infeksi oleh bakteri Helicobacter pylori atau karena aspirin), bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak lambung.

ASAM PADA LAMBUNG
  1. Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan oleh pepsin guna memecah protein. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri.
  2. Pelepasan asam dirangsang oleh:
  • Saraf yang menuju ke lambung
  • Gastrin (hormon yang dilepaskan oleh lambung)
  • Histamin (zat yang dilepaskan oleh lambung). 

ENZIM PADA LAMBUNG
  1. Enzim Pepsin bertanggung jawab atas pemecahan sekitar 10% protein.
  2. Enzim Pepsin merupakan satu-satunya enzim yang mencerna kolagen, yang merupakan suatu protein dan kandungan utama dari daging.

USUS HALUS
Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (DUODENUM), yang merupakan bagian pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus.Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati.Sisa dari usus halus, yang terletak dibawah duodenum, terdiri dari JEJUNUM dan ILEUM.

PANKREAS
PANKREAS merupakan suatu organ yang terdiri dari 2 jaringan dasar:
  1. Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan
  2. Pulau pankreas, menghasilkan hormon.
3 HORMON yang dihasilkan oleh pankreas adalah:
  1. Insulin, yang berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah
  2. Glukagon, yang berfungsi menaikkan kadar gula dalam darah
  3. Somatostatin, yang berfungsi menghalangi pelepasan kedua hormon lainnya (insulin dan glukagon).

    HATI

    HATI merupakan sebuah organ yang besar dan memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan. VENA PORTA terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk diolah. Hati menghasilkan sekitar separuh dari seluruh kolesterol dalam tubuh, sisanya berasal dari makanan. Sekitar 80% kolesterol yang dihasilkan di hati digunakan untuk membuat EMPEDU. Hati juga menghasilkan empedu, yang disimpan di dalam kandung empedu.

    KANDUNG EMPEDU DAN SALURAN EMPEDU
    EMPEDU mengalir dari hati melalui DUKTUS HEPATIKUS kiri dan kanan, yang selanjutnya bergabung membentuk duktus hepatikus umum. Saluran ini kemudian bergabung dengan sebuah saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) untuk membentuk saluran empedu umum. DUKTUS PANKREATIKUS bergabung dengan saluran empedu umum dan masuk ke dalam duodenum.
    Empedu memiliki 2 fungsi penting:
    1. Membantu pencernaan dan penyerapan lemak
    2. Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.

    USUS BESAR
    Usus besar terdiri dari:
    1. Kolon asendens (kanan)
    2. Kolon transversum
    3. Kolon desendens (kiri)
    4. Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum).
    APENDIKS (usus buntu) merupakan suatu tonjolan kecil berbentuk seperti tabung, yang terletak di KOLON ASENDENS, pada perbatasan kolon asendens dengan usus halus. Usus besar menghasilkan lendir dan berfungsi menyerap air dan elektrolit dari tinja.Bakteri di dalam usus besar berfungsi membuat zat-zat penting, seperti vitamin K.

    REKTUM DAN ANUS
    REKTUM adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus. ANUS merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian ANUS terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lainnya dari usus. Suatu cincin berotot (sfingter ani) menjaga agar anus tetap tertutup.

    Sabtu, 12 Maret 2011

    Seni

      13 komentar
    Seni
    Seni



    Pengertian Seni
    • Menurut Suzane K. Langer seni adalah Simbol dari perasaan.
    • Menurut Herbert Read : seni adalah usaha manusia untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan, yaitu bentuk yang membingkai perasaan keindahan, dapat dan perasaan keindahan itu akan terpuaskan apa bila dapat mengungkap harmoni/kesatuan dari bentuk yang disajikan.Free sms
    Seni Rupa

    Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya dengan media yang dapat ditangkap oleh mata dan dirasakan oleh rabaan, yang diciptakan dengan mengolah konsep, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur dan pencahayaan.

    Landasan Proses Mencipta Karya Seni Rupa
    Menurut Kartika (2004:28-30) terdapat 3 komponen dalam proses cipta sebagai landasan berkarya yaitu :

    • Subject Matter (tema atau ide gagasan)
    • Form (bentuk) bentuk fisik dan psikis
    • Isi (makna)

    Unsur-Unsur Seni Rupa

    • Garis
    • Shape (bidang)
    • Tekstur ( rasa permukaan)
    • Warna

    Penggolongan Seni Rupa
    Berdasarkan fungsi dan tujuan penciptaan seni rupa di golongkan menjadi 2 yaitu :

    • Seni Rupa Murni (Fine Art)

    Yaitu seni yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan spritual saja, lahir dari ekspresi jiwa tanpa tujuan material atau lainnya.

    • Seni Rupa Terapan (Applied Art)

    Yaitu seni yang diciptakan untuk tujuan praktis dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Seni Kriya sebagai Seni Rupa Terapan

    • Menurut Soedarsono pada hakikaktnya seni rupa di Indonesia berawal dari seni kriya dengan tujuan untuk melestarikan tradisi suatu daerah sehingga menjadi ciri khas daerahnya.

    Fungsi seni kriya
    Secara fungsional seni kriya dibagi menjadi 5 bagian yaitu :
    • Benda Hias
    • Alat bantu pekerjaan
    • Tempat tinggal
    • Rumah ibadah
    • Pelindung diri

    Nilai Artistik Seni Kriya Nusantara
    Nilai artistik seni kriya nusantara secara umum terletak pada :

    • Motif
    • Ornamen ( hiasan)
    • Pekerjaan yang unik
    • Kreativitas & ke uletan seniman

    Faktor-Faktor Penciptaan Seni Kriya
    Beberapa faktor yang mempengaruhi proses penciptaan seni kriya yang baik antara lain faktor:

    • Selera
    • Tempat
    • Estetis
    • Artistik
    • Rasa bahan
    • Kegunaan (applied), kenyamanan (comfort), keluesan (flexibility), dan keamanan (security)

    Teknik Pembuatan Seni Kriya
    Seni Kriya 2 Dimensi

    • Teknik Tulis
    • Teknik cetak (cap atau sablon)
    • Teknik cetakan Motif
    • Grafis (perwujudan karya melalui cetakan klise
    • Cetakan tembus/jaringan/stencil paint
    • Cetak dasar/datar/ planograpy
    • Cetak dalam/intaglio print
    • Cetak timbul/tinggi/relief print

    Seni Kriya 3 Dimensi

    • Teknik Butsir

    Pembuatan karya dengan menambah dan mengurangi bahan dengan bantuan tangan.

    • Teknik Cetak

    Pembuatan karya dengan cairan yang dimasukan dalam cetakan

    • Teknik Plester

    Pembuatan karya degan menempelkan bahan yang satu dengan bahan yang lain.

    • Teknik sambung

    Pembuatan karya dengan menyambung bahan yang satu dengan bahan yang lain.

    • Tenik phat/carving dan sungging

    Pembuatan karya dengan cara mengurangi sedikit demi sedikit hingga trbentuk pola yang diinginkan
    Contoh Seni Kriya Nusantara

    1. Ukir Kayu Jepara, Pandai Sikek, Karawang, dll.
    2. Keramik Jawa Tengah
    3. Kerajinan Perak Jogja , jepara
    4. Seraung Kutai
    5. Ayaman rotan
    6. Perisai dan topeng Hudog Kaltim
    7. Pahat simbolik asmat Irian Jaya

    Batik

    • Kata batik dimabil dari kata ‘ambatik’ yaitu menulis dan tik yang berarti titik kecil, tetesan atau membuat titik. Jadi batik adalah menulis atau melukis titik.
    • Pada awalnya batik hanya di kenal dikalagan keraton, yang menyimbolkan pemakainya lewat motif yang digunakan.
    • Misalnya batik Parang atau kawung hanya boleh digunakan oleh keluarga kerajaan.

    Sejarah Batik

    • Dikenal pada jaman Majapahit, kemudian menyebar ke-kerajaan-kerajaan selanjutnya. Batik yang pertaman dikenal adalah batik tulis yang kainnya juga di tenun sendiri.
    • Bahan pewarna yang digunakan getah phon mengkudu dan sebagainya
    • Batik mulai dikenakan masyarakat umum pada awal abad ke-19, hingga berkembang menjadi batik cetak/cap.
    Keunikan gagasan dan teknik batik
    Keunikan gagasan dan teknik batik terdapat pada :

    • Motif
    • Filosofi
    • Teknik pembuatan

    Keramik

    • Berasal dari baha Yunani “Keramikos”yaitu penyebutan untuk benda-benda yang berasal dari material non-organik, non-metalik yag diproses dengan pembakaran dan pemanasan.
    • Keramik merupakan kerajinan tradisional yang mulanya diproduksi secara sederhana untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti anglo, kendi, kuali, belanga dan sebagainya.

    Bahan-Bahan Pembuatan Keramik

    • Tanah Liat
    • Polymer clay
    • Plasticine
    • Paper clay

    Keramik di setiap daerah di Nusantara berbeda satu dan lainnya, sentra keramik di Indonesi yakni semarang, Banjar Negara, Purbalingga, dan Jepara .