Home » , » Sikap Positif Kita Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Sikap Positif Kita Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Written By Ahmad Romadhon on Minggu, 01 Januari 2012 | 18.13.00

Garuda Pancasila - Lambang Negara Indonesia
Garuda Pancasila
Pancasila sebagai ideologi terbuka , artinya adalah nilai dasar pancasila tetap namun penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri . Berdasarkan Tap.MPR No.XVIII/MPR/1998 ditegaskan bahwa dasar negara yang dimaksud mengandung makna ideologi nasional sebagai cita - cita dan tujuan negara .

Nilai instrumental adalah nilai yang merupakan penjabaran dari nilai yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 , jadi bersifat kreatif dan dinamis sebagai arahan untuk kehidupan nyata . Pancasila yang benar dan sah adalah yang termuat dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat . Konsekuensi penerimaan sebagai ideologi terbuka tentunya akan membuat Pancasila selalu mengikuti perkembangan zaman . Ideologi menurut Moerdino adalah suatu rangkaian ide yang selalu terpadu menjadi satu . Maka gagasan - gagasan politik yang timbul dalam hidup bermasyarakat , berbangsa dan bernegara ditata secara sistematis menjadi satu kesatuan yang utuh . Di dalam pancasila terkandung nilai dasar , nilai instrumental , dan nilai praksis.

Nilai Instrumental adalah pelaksanaan dari nilai dasar , yang antara lain terdapat di dalam peraturan perundangan . Nilai Praksis adalah nilai yang sesungguhnya dilaksanakan dalam praktik atau kenyataan . Pancasila sebagai sumber nilai , di mana aparatur negara merupakan penyelenggara nilai - nilai . Karena Pancasila sebagai sumber nilai maka harus dimasyarakatkan dan diamalkan oleh seluruh warga negara . Pemasyarakatan nilai melalui berbagai jalan , antara lain melaui keluarga , sekolah , dan juga melalui masyarakat .

Fungsi dari pancasila bagi negara dan rakyat Indonesia , antara lain sebagai berikut :
a. Pancasila sebagai pandangan hidup negara
b. Pancasila sebagai dasar negara seperti ditegaskan dalam Tap. MPR No.XVIII/MPR/1998 .
c. Pancasila sebagai jiwa bangsa
d. Pancasila sebagai kepribadian bangsa
e. Pancasila sebagai perjanjian luhur
f. pancasila sebagai cita - cita dan tujuan bangsa
g. Pancasila sebagai moral pembangunan
h. Pancasila sebagai paradigma pembangunan
i. Pancasila sebagai paradigma reformasi

Tujuan Reformasi antara lain :
a. Mengatasi krisis ekonomi sesingkat - singkatnya
b. Mewujudkan kedaulatan rakyat dalam seluruh sendi kehidupan
c.Menegakkan hukum berdasarkan nilai - nilai kebenaran dan keadilan
d. Meletakkan dasar - dasar , kerangka , dan agenda reformasi pembangunan agama dan sosial budaya dalam usaha mewujudkan masyarakat yang madani

Semua sikap positif kita terhadap nilai luhur Pancasila tercermin dalam sikap dan tingkah laku sehari - hari . Sebagai warga negara yang baik kita harus melaksanakan sikap positif terhadap nilai - nilai Pancasila di dalam lingkunag keluarga , sekolah , dan masyarakat .

Pendidikan politik sebagai alat untuk mengajarkan dan mendidik masyarakat agar sadar akan nilai - nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat , berbangsa , dan bernegara . Pendidikan politik juga menjadi kewajiban partai politik untuk menyadarkan warga negara agar tahu akan politik , bahwa warga negara Indonesia mempunyai sikap positif terhadap nilai luhur pancasila maka berusaha untuk mengamalkannya . Dalam rangka melestarikan pancasila , setiap warga negara mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memasyarakatkan dan membudayakannya . Dalam rangka membudayakan serta memasyarakatkan Pancasila dilalui beberapa jalur , antara lain jalur pendidikan , jalur organisasi massa dan politik , serta jalur media massa .

Faktor pendukung pemasyarakatan Pancasila , antara lain :
1. Diundangkannya Undang - Undang No. 31 Tahun 2002 tentang partai politik
2. Undang - Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
3. Undang - Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers
Share this article :

5 comments:

  1. Dulu Majapahit berjaya sebagai negara Besar dan Kuat Hampir 200 tahun
    Kita NKRI dengan Pancasilanya belum 66 tahun telah melepas Timor Timur, kini daerah lain seperti Papua dan Maluku selatan mungkin akan bertambah lagi daerah lain...
    Aku kira telah terjadi degradasi nasionalisme dan patriotisme, dan naifnya dicontohkan oleh Politisi kita di eksekutif dan di level yudikatif dan legislatif yang ngaku NEGARAWAN
    NKRI dan Pancasila bubar??? berarti saya guru PKN jadi pengangguran...hehehe

    BalasHapus
  2. Wah , Agan sampe segitunya ... :49

    mudah-mudahan kedepannya (Indonesia) semakin benar sistem pemerintahannya ... :46

    Terima kasih Sudah berkunjung dan Berkomentar :37

    BalasHapus
  3. Bagaimana kita memberikan contoh sikap ositif terhadap pancasila dalam kehidupan ekonomi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya: yaitu dengan cara mengendalikan diri sendiri dari perbuatan yang tidak terpuji dalam kehidupan ekonomi. seperti tidak melakukan korupsi, pemborosan dan lain sebagainya. :)

      Hapus

Berikan Komentar Anda sesuai etika. No SPAM, No SARA. U comment I Follow



Send articles as PDF to
 
Support : Android-Byar | Science-Byar | Your Link
Copyright © 2013. romadhon-byar - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
:)